ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperkuat kemitraan strategis dengan Universitas Indonesia Mandiri (UIM) dan Nanyang Technological University (NTU), Singapura, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta penyelenggaraan kuliah umum membahas pemanfaatan AI dalam transformasi pendidikan dan kepemimpinan di Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Itera, Rabu, 5 Agustus 2026.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Itera, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., dan Rektor UIM, Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom. Kerja sama ini mencakup pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung tugas dan fungsi kedua institusi.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si., Ph.D., Wakil Rektor I UIM Dr. Acum Wijaya, S.E., M.M., Wakil Rektor II UIM M.V. Mieke Marini, M.P., M.Hum., serta jajaran pimpinan fakultas dan dosen dari kedua perguruan tinggi.
Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi internasional, kegiatan ini juga menghadirkan kuliah umum oleh Assoc Prof David Ng Foo Seong dari NTU Singapura dengan tema “Demonstration of AI Habits of Practice for the Transformation of Education and Leadership in Indonesia.”
Itera terus memperluas jejaring kerja sama, tidak hanya dengan perguruan tinggi negeri, tetapi juga swasta dan institusi internasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Sumatera dan Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor Itera, Prof. Elfahmi, menegaskan bahwa Itera terus memperluas jejaring kerja sama, tidak hanya dengan perguruan tinggi negeri, tetapi juga swasta dan institusi internasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Sumatera dan Indonesia.
“Melalui kerja sama ini, Itera diharapkan dapat berkembang lebih pesat dan ke depan mampu meniru capaian NTU sebagai salah satu universitas kelas dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIM, Dr. Rustono Farady Marta, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU merupakan awal dari kolaborasi yang harus diwujudkan dalam program nyata. “Yang terpenting bukanlah seremoni penandatanganan, melainkan komitmen untuk menjalankan berbagai bentuk kerja sama secara berkelanjutan,” ujar Dr. Rustono.
Dalam sesi kuliah umum, Assoc Prof David Ng Foo Seong mengajak mahasiswa menjadi pembelajar sepanjang hayat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Ia menekankan bahwa inovasi tidak hanya berhenti pada ide, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk prototipe hingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Tim Liputan
Penulis: Sakira Aurel
Fotografer: Wahyu Firza Reynaldi, Arfan Ismail






