You are currently viewing Teknik Kelautan Itera Latih Mahasiswa Gunakan Delft-3D untuk Perencanaan Infrastruktur Maritim

Teknik Kelautan Itera Latih Mahasiswa Gunakan Delft-3D untuk Perencanaan Infrastruktur Maritim

 

ITERA NEWS — Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK), Institut Teknologi Sumatera (Itera), menggelar lokakarya pemodelan hidrodinamika menggunakan perangkat lunak Delft-3D di Gedung E Itera, Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan keterampilan pemodelan gelombang dan arus untuk mendukung perencanaan infrastruktur maritim.

Lokakarya bertema “Penerapan Model Hidrodinamika untuk Perencanaan Infrastruktur Maritim” ini menghadirkan Taufik Suprayogo, S.T., M.T., Coastal and Metocean Engineer di Haskoning Indonesia, perusahaan konsultan teknik internasional yang berkantor pusat di Belanda. Kegiatan diikuti sekitar 30 mahasiswa Teknik Kelautan dari angkatan 2021 hingga 2025.

Ketua pelaksana, Muhammad Rizki Saleh, S.Kel., M.T., mengatakan lokakarya Delft-3D menjadi salah satu upaya program studi memperluas kesempatan belajar mahasiswa melalui kegiatan praktik dan pengenalan dunia industri.

Koordinator Program Studi Teknik Kelautan Itera, Mochammad Fathurridho Hermanto, S.T., M.T., mengatakan program studi berkomitmen menghadirkan kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa, termasuk melalui pembelajaran langsung bersama praktisi. “Kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa Teknik Kelautan untuk memperdalam praktik hidrodinamika, selain pemahaman di kelas,” ujar Fathurridho.

Kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa Teknik Kelautan untuk memperdalam praktik hidrodinamika, selain pemahaman di kelas

Dalam sesi materi dan praktik, Taufik menjelaskan penerapan model hidrodinamika dalam perencanaan infrastruktur maritim. Mahasiswa juga berlatih menggunakan Delft-3D untuk memodelkan gelombang dan arus.

Delft-3D merupakan perangkat lunak pemodelan yang dikembangkan Deltares, lembaga riset bidang air asal Belanda. Perangkat ini digunakan untuk menyimulasikan berbagai proses perairan, seperti arus, gelombang, pasang surut, dan transportasi sedimen di kawasan pesisir maupun pelabuhan.

Penguasaan pemodelan hidrodinamika menjadi salah satu keterampilan yang relevan bagi lulusan Teknik Kelautan, terutama yang berkarier sebagai rekayasawan teknik pantai dan lepas pantai serta surveyor hidrografi. Melalui lokakarya ini, mahasiswa diharapkan dapat menghubungkan konsep yang dipelajari di kelas dengan penerapannya dalam perencanaan dan rekayasa infrastruktur maritim. (Rilis/Humas)