You are currently viewing Peringatan Hari Lahir Pancasila di Itera Berlangsung Khidmat dan Penuh Nuansa Kebhinekaan

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Itera Berlangsung Khidmat dan Penuh Nuansa Kebhinekaan

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Selasar Gerbang Utama Itera, Selasa, 2 Juni 2026. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh sivitas akademika Itera yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Nuansa kebhinekaan tampak mewarnai jalannya upacara melalui penggunaan wastra nusantara oleh para peserta. Beragam pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini semakin semarak dan mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Upacara juga dihadiri Ketua Senat Itera Dr. Sunarsih, M.A., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M.Si., para dekan, serta kepala lembaga di lingkungan Itera.

Dalam pidato yang dibacakan Rektor Itera, disampaikan bahwa tema Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujar Rektor Itera saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus tetap berlandaskan nilai-nilai moral. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, diharapkan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kehidupan sehari-hari.

Khusus di lingkungan perguruan tinggi, setiap kebijakan diharapkan lahir dengan berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat, serta tidak meninggalkan kelompok yang rentan.

“Mari tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, bersatu karena persaudaraan, dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” tutup Rektor Itera membacakan pidato Kepala BPIP.

Tim Liputan
Penulis: Andre Ramadhani (Teknik Material)

Fotografer :  Dzaky dan Arfan