ITERA NEWS — Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan Institut Teknologi Sumatera (Itera), Dr. Eng. IB Ilham Malik, dipercaya menjadi Managing Director Sustainable Infrastructure pada City and Local Government Institute (CLGI), United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), Perserikatan Kota dan Pemerintah Daerah seluruh Asia Pasifik. mulai 1 Agustus 2026.
Kesempatan tersebut memperluas kiprah Ilham dari ranah kebijakan pembangunan nasional ke tingkat Asia Pasifik, khususnya dalam isu pembangunan kota, infrastruktur berkelanjutan, transportasi, tata ruang, dan penguatan kapasitas pemerintah daerah.
CLGI merupakan bagian dari UCLG ASPAC yang berperan sebagai pusat pengetahuan, riset, dan penguatan kapasitas bagi kota dan pemerintah daerah di negara – negara Asia Pasifik. Dalam rencana strategis UCLG ASPAC 2026–2030, CLGI diarahkan menjadi research and knowledge management arm yang menjembatani riset dengan kebutuhan pemerintah daerah.
Pengalaman Ilham di bidang kebijakan publik menjadi salah satu bekal dalam menjalankan peran tersebut. Sebelumnya, ia pernah menjadi Staf Khusus Kebijakan Strategis Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada 2022–2023, Staf Ahli Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bidang Kebijakan Transportasi Nusantara pada 2024, serta Senior Advisor di Kantor Staf Presiden pada 2025.
CLGI merupakan bagian dari UCLG ASPAC yang berperan sebagai pusat pengetahuan, riset, dan penguatan kapasitas bagi kota dan pemerintah daerah di negara – negara Asia Pasifik.
Setelah menyelesaikan tugas di Kantor Staf Presiden pada akhir 2025, Ilham kembali aktif sebagai dosen PWK Itera. Ia juga menjalankan kegiatan profesional di bidang konsultansi lingkungan hidup dan lalu lintas.
Menurut Ilham, pengalaman di pemerintahan, akademik, dan dunia profesional saling melengkapi dalam menjalankan peran barunya. Kampus menjadi basis ilmu pengetahuan dan penelitian, sementara pengalaman profesional memberikan pemahaman terhadap persoalan pembangunan di lapangan. Adapun jejaring UCLG ASPAC menjadi ruang untuk membawa pengetahuan tersebut ke dalam diskusi kebijakan di tingkat regional.
Peran barunya juga akan mempertemukan pengalaman Indonesia dengan berbagai praktik pembangunan kota di kawasan Asia Pasifik. Isu infrastruktur yang dihadapi pemerintah daerah kini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga perubahan iklim, ketahanan kota, pembiayaan, investasi, teknologi, mobilitas, inklusivitas, serta kualitas pelayanan publik.
Dengan pengalaman di bidang perencanaan wilayah dan kota, transportasi, infrastruktur, pemerintahan, dan dunia usaha, Ilham berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat pertukaran pengetahuan dan praktik pembangunan berkelanjutan antarkota dan pemerintah daerah di kawasan Asia Pasifik. (Humas)
