ITERA NEWS —Tim dosen Program Studi Arsitektur, Institut Teknologi Sumatera (Itera) melakukan pendampingan perancangan gedung serbaguna bagi Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Bandar Lampung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjawab kebutuhan ruang jemaat yang terus meningkat, sementara fasilitas yang tersedia dinilai belum memadai.
Ketua tim, Stirena Rossy Tamariska, S.T., M.Ars., Ph.D., menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan pihak gereja sejak tahap awal. “Kami menggunakan pendekatan partisipatif agar desain yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna,” ujar Rossy.
Tim dosen yang terlibat antara lain Novita Hillary Christy Damanik, S.T., M.Ars., Rahman Saputra, S.Ars., M.Ars., Dr. Eng. Dadang Hartabela, S.T., M.T., Ar. David Ricardo, S.T., M.T., Verarisa Anastasia Ujung, S.Ars., M.I.A., dan Maqbul Kamaruddin, S.T., M.Sc. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Arsitektur, Christopher Marco Manahan, sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.
Sebagai institusi keagamaan sekaligus pusat aktivitas sosial, GKPI Bandar Lampung membutuhkan ruang yang mampu menampung berbagai kegiatan jemaat secara fleksibel. Menanggapi hal tersebut, tim Itera menyusun konsep desain yang mencakup penataan massa bangunan, zonasi ruang, hingga strategi kenyamanan seperti pencahayaan alami dan sistem penghawaan.
Sebagai institusi keagamaan sekaligus pusat aktivitas sosial, GKPI Bandar Lampung membutuhkan ruang yang mampu menampung berbagai kegiatan jemaat secara fleksibel.
Hasil pendampingan berupa dokumen pra-rencana yang meliputi site plan, denah, tampak bangunan, potongan, serta visualisasi tiga dimensi. Desain yang diusung menitikberatkan pada fleksibilitas ruang, efisiensi struktur dan material, serta kenyamanan pengguna.
Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan awal dalam proses pembangunan gedung serbaguna ke depan. Selain itu, perencanaan yang matang dinilai dapat menekan potensi kesalahan desain dan pemborosan biaya konstruksi.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui penerapan keilmuan, serta memperkuat kolaborasi antara ITERA dan komunitas lokal. (Rilis/Humas)

