ITERA NEWS – Upaya memperkuat peran akademisi dalam pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui audiensi Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (Itera) dengan Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas, yang berlangsung di Kantor Bupati Pringsewu, Rabu, 22 April 2026. Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan program pengabdian mahasiswa dengan potensi unggulan daerah, khususnya sektor pertanian.
Tim Itera yang diwakili Kepala Pusat KKN Dr. Prio Santoso, S.Si., M.Sc., diterima langsung oleh Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas. Turut hadir tim KKN Itera, Teny Sylvia, S.T.P., M.Sc., Dr. Muhammad Arhan Rajab, S.Pi., M.Si., Dr. Elsa Windiastuti, S.TP., M.Si., serta M. Dhian Bagus Aprian, S.I.P. Sementara Bupati Pringsewu didampingi Asisten I Ihsan Hendrawan, S.H., serta jajaran pemerintah daerah.
Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN Itera tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi desa
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk mendorong pembangunan berbasis potensi lokal. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 450 ribu jiwa, Pringsewu memiliki kekuatan pada sektor pertanian dan perikanan air tawar, khususnya budidaya lele, yang dinilai masih dapat dioptimalkan melalui sentuhan inovasi dan teknologi.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN Itera tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi desa,” ujar Bupati. Ia juga menyinggung kerja sama sebelumnya melalui MoU tahun 2017 yang mencakup program pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan dapat diperkuat kembali.
Hilirisasi Singkong
Salah satu fokus pembahasan adalah hilirisasi komoditas singkong menjadi tepung Modified Cassava Flour (mokaf). Produk ini dinilai memiliki nilai tambah tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai olahan pangan. Namun demikian, tantangan seperti pengelolaan limbah cair dari proses produksi menjadi perhatian yang membutuhkan solusi berbasis riset.
Sementara itu, pihak Itera menegaskan komitmennya untuk merancang program KKN yang kontekstual dan solutif, dengan menyesuaikan potensi serta tantangan yang dihadapi masyarakat setempat. Pada periode ini, KKN akan dilaksanakan dalam skema tematik dan rekognisi, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas lokal.
Sejumlah isu strategis turut menjadi pembahasan, mulai dari pengembangan produk pertanian bernilai tambah, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan potensi ekonomi kreatif dan desa wisata. Selain itu, peran lintas disiplin ilmu juga dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih terintegrasi.
Sebagai rangkaian kegiatan, audiensi dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat langsung proses produksi mokaf. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan intervensi yang lebih tepat, khususnya dalam aspek teknologi produksi dan pengelolaan limbah.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan KKN tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi daerah yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Pringsewu. (Rilis/Humas)





