Mahasiswa Teknik Industri Itera Raih Juara 1 Ajang Industrial Experience 2026

Mahasiswa Teknik Industri Itera Raih Juara 1 Ajang Industrial Experience 2026

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (Itera) meraih juara pertama dalam ajang Industrial Experience (IndX) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, pada 21 Februari–1 April 2026.

Prestasi tersebut diraih melalui kategori International Paper Competition dengan mengusung karya berjudul Integrated Optimization of AFR Supply Chain and Kiln Operations to Achieve 16% Thermal Substitution Rate in Cement Manufacturing. Kompetisi ini diikuti oleh 18 kampus, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Teknologi Malaysia, dan Universitas Diponegoro.

Tim Itera yang terdiri atas Putri Ulan Daulay, Nonika Adelya Hartati Siburian, dan Radithya Akbar, dibimbing oleh Dr. Ir. Dian Fajarika, S.T.P., M.T. Dalam karya tersebut, tim mengangkat upaya optimalisasi terintegrasi antara rantai pasok Alternative Fuel and Raw Material (AFR) dan operasi kiln dalam industri semen.

Gagasan tersebut bertujuan meningkatkan thermal substitution rate (TSR) hingga 16 persen, yakni menggantikan sebagian penggunaan bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif, sekaligus menekan emisi karbon dioksida (CO₂).

Ketua tim Radithya Akbar menambahkan, pendekatan penyelesaian masalah dalam penelitian ini menggunakan perspektif teknik industri yang tidak hanya berfokus pada substitusi batu bara, tetapi juga pada kemandirian rantai pasok.

Nonika menjelaskan, pendekatan yang digunakan menekankan integrasi antara sistem rantai pasok AFR dan proses operasional kiln yang saling memengaruhi dalam mencapai efisiensi energi dan pengurangan emisi. “Karena sistemnya kompleks, metode yang digunakan berbasis optimasi dan kontrol terintegrasi. Target 16 persen TSR menunjukkan sasaran yang spesifik dan terukur dalam transisi energi industri semen,” ujar Nonika.

Sementara itu, ketua tim Radithya Akbar menambahkan, pendekatan penyelesaian masalah dalam penelitian ini menggunakan perspektif teknik industri yang tidak hanya berfokus pada substitusi batu bara, tetapi juga pada kemandirian rantai pasok. “Permasalahan yang diangkat bukan hanya mengganti batu bara dengan AFR, tetapi juga bagaimana rantai pasoknya tidak bergantung pada pihak lain,” kata Radithya.

Putri Ulan Daulay berharap capaian tersebut dapat mendorong mahasiswa Itera untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang, berinovasi, dan berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan industri secara berkelanjutan,” ujar Putri.

Penulis: Muhammad Ilham (Teknik Industri)