ITERA NEWS — Program Studi Farmasi, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (Itera) menerima kunjungan PT Inersia Utama yang merupakan bagian dari Dexa Group di Ruang Rapat Gedung F Itera, beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan industri farmasi nasional.
Delegasi PT Inersia Utama diwakili Manager Dharma Dexa, Mateus Ramidi, S.E., serta Officer Dharma Dexa, Anugerah Dewa Ale Kuncoro, S.I.Kom. Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Sains Bidang Keuangan dan Umum, apt. Dirga, S.Farm., M.Sc., serta dihadiri jajaran pimpinan fakultas dan program studi, antara lain Koordinator Kerja Sama Fakultas, Koordinator Program Studi Farmasi, Koordinator Kerja Sama Prodi, serta Ketua Tim Pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA).
Dalam sambutannya, perwakilan PT Inersia Utama menyampaikan apresiasi terhadap kualitas lulusan farmasi yang dinilai memiliki potensi berkontribusi di dunia industri. Pihak perusahaan juga membuka peluang kerja sama formal yang akan diawali melalui skema Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Pada kesempatan tersebut, tim Dexa Group memaparkan profil perusahaan sebagai salah satu perusahaan farmasi nasional yang mengusung falsafah “Niat baik + Cara baik = Hasil baik”. Falsafah tersebut menjadi landasan dalam menjalankan praktik bisnis yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan tujuan utama “Expertise for the Promotion of Health”, Dexa Group menempatkan kontribusi keilmuan bagi peningkatan kesehatan sebagai bagian penting dari aktivitas perusahaan.
Pada kesempatan tersebut, tim Dexa Group memaparkan profil perusahaan sebagai salah satu perusahaan farmasi nasional yang mengusung falsafah “Niat baik + Cara baik = Hasil baik”. Falsafah tersebut menjadi landasan dalam menjalankan praktik bisnis yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada keberlanjutan
Secara operasional, Dexa Group memiliki rantai kompetensi terintegrasi dari hulu hingga hilir, meliputi riset dan pengembangan, produksi, hingga distribusi farmasi. Perusahaan ini juga telah meraih berbagai sertifikasi internasional serta menjalin lebih dari 50 kemitraan strategis global.
Selanjutnya, Koordinator Program Studi Farmasi Itera, Dr. apt. Atika Dalili Akhmad, S.Farm., M.Sc., memaparkan profil dan arah pengembangan program studi. Dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, Prodi Farmasi Itera berfokus pada pengembangan farmasi klinik dan komunitas serta inovasi obat berbasis potensi bahan alam Sumatera.
Diskusi berlangsung konstruktif dengan membahas sejumlah peluang kolaborasi, antara lain program magang mahasiswa, kuliah pakar oleh praktisi industri, kunjungan industri, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, pembahasan juga mencakup dukungan industri terhadap pengembangan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) serta penguatan jejaring kemitraan sebagai wahana pembelajaran berbasis praktik.
Melalui pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyatakan komitmen untuk membangun sinergi antara perguruan tinggi dan industri guna mendukung pengembangan pendidikan farmasi yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan sektor kesehatan. (Rilis FS/Humas)




