Prodi Rekayasa Kosmetik Itera Dorong Daya Saing Produk Kosmetik Lokal Melalui Sertifikasi Halal

Prodi Rekayasa Kosmetik Itera Dorong Daya Saing Produk Kosmetik Lokal Melalui Sertifikasi Halal

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS — Program Studi Rekayasa Kosmetik, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (Itera), mendorong penguatan daya saing produk kosmetik lokal melalui pemahaman regulasi dan sertifikasi halal. Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan Studium Generale sekaligus pembukaan Dies Natalis ke-4 Program Studi Rekayasa Kosmetik dan Himakos Swapnakarta, di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 1 Itera, Selasa, 14 April 2026.

Kegiatan bertema “Perkuat Daya Saing Produk Kosmetik Lokal melalui Regulasi dan Sertifikasi Halal” itu diikuti mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, mitra industri, serta sejumlah undangan eksternal.

Asisten Presiden Direktur Utama PT Prioritas Jaya Indonesia, Marcello Thio, B.Bus., S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa regulasi yang ditetapkan pemerintah, termasuk oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bukan menjadi hambatan bagi pelaku industri. Menurut dia, regulasi justru menjadi jaminan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keamanan dan kualitas, termasuk aspek kehalalan. “Regulasi perlu dipandang sebagai prioritas untuk memastikan produk yang beredar aman dan memenuhi standar,” ujarnya.

Regulasi yang ditetapkan pemerintah, termasuk oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bukan menjadi hambatan bagi pelaku industri. Regulasi justru menjadi jaminan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keamanan dan kualitas termasuk aspek kehalalan.

Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Lampung, Saluddin, S.H., M.Si., turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar dapat berkontribusi dalam pengembangan industri kosmetik halal. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam menghasilkan bahan baku kosmetik yang aman, berkualitas, dan sesuai standar halal.

Hasilkan Inovasi

Dekan Fakultas Teknologi Industri Itera, Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., yang membuka kegiatan tersebut berharap Program Studi Rekayasa Kosmetik dapat terus berkembang dan menghasilkan inovasi yang mendukung kemajuan industri kosmetik nasional.

Pada sesi pemaparan materi, Pengawas Jaminan Produk Halal Ahli Pertama, Siti Sarah Nisrina Sopuan, S.Pi., menjelaskan bahwa sertifikasi halal menjadi nilai tambah penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk kosmetik lokal.

Sementara itu, dosen Prodi Rekayasa Kosmetik Itera, apt. Arsy Fauziah, M.Si., menekankan pentingnya pemilihan bahan baku yang tepat sebagai salah satu faktor utama dalam menjamin kehalalan produk kosmetik.

Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Dian Putri Anggraweni, S.Si., Apt., M.Farm., menambahkan bahwa pengawasan produk kosmetik dilakukan melalui tiga pilar utama, yakni pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai regulasi dan sertifikasi halal pada produk kosmetik. Kegiatan tersebut juga menandai dimulainya rangkaian Dies Natalis ke-4 Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera. (Rilis/Humas)