You are currently viewing Itera dan BPBD Lampung Libatkan Warga Petakan Risiko Bencana di Lampung Timur

Itera dan BPBD Lampung Libatkan Warga Petakan Risiko Bencana di Lampung Timur

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengajak masyarakat Desa Sumur, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, memetakan potensi dan risiko bencana di wilayah mereka. Kegiatan pengkajian risiko bencana secara partisipatif itu berlangsung Rabu, 26 Agustus 2026.

Dosen Program Studi Teknik Geologi Itera, Rezki Naufan Hendrawan, S.T., M.T., menyampaikan materi mengenai pengenalan potensi bahaya, kerentanan wilayah, serta kapasitas dan sumber daya masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Pendekatan partisipatif penting karena masyarakat memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai kondisi lingkungan di wilayahnya. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam mengenali risiko bencana secara lebih sesuai dengan kondisi lokal,” ujar Rezki.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam mengidentifikasi potensi bahaya, kerentanan, kapasitas, dan kondisi lingkungan di Desa Sumur.

Pendekatan partisipatif penting karena masyarakat memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai kondisi lingkungan di wilayahnya. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam mengenali risiko bencana secara lebih sesuai dengan kondisi lokal

Kegiatan ini melibatkan dosen Itera dari sejumlah bidang keilmuan, yakni Dr. Goldie Melinda Wijayanti, S.T., M.T., dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota serta Ratna Mustika Sari, S.T., M.T., dari Program Studi Teknik Geomatika.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut memadukan pendekatan geologi, perencanaan wilayah, dan informasi geospasial untuk memperoleh gambaran risiko bencana di tingkat desa.

Hasil pengkajian diharapkan dapat menjadi dasar bagi masyarakat dan pemerintah desa dalam menyusun langkah mitigasi, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, upaya menghadapi bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga melalui pengenalan risiko dan penguatan kapasitas masyarakat sejak dini.

Kolaborasi Itera dan BPBD Provinsi Lampung ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dengan memanfaatkan pengetahuan dan kondisi lokal. (Rilis/Humas)