Teknik Kimia Itera dan PLN Nusantara Power Perluas Kolaborasi Riset dan Pembelajaran Berbasis Industri

ITERA NEWS – Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan kunjungan industri ke PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Tarahan, Lampung Selatan, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri melalui penjajakan kerja sama dalam bidang penelitian, pelaksanaan kerja praktik mahasiswa, serta kuliah tamu yang melibatkan praktisi industri.

Rombongan dosen Teknik Kimia Itera dipimpin oleh Koordinator Program Studi Teknik Kimia, Ir. Fauzi Yusupandi, S.ST., M.T., dan disambut langsung oleh Manager PLN Nusantara Power UP Tarahan, Dwi Suprianto, beserta jajaran manajemen.

Ir. Fauzi Yusupandi, S.ST., M.T., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan yang telah terjalin antara Prodi Teknik Kimia dan PLN Nusantara Power UP Tarahan, khususnya dalam mendukung pembelajaran berbasis industri.

“Kami ingin memonitor dan memperkuat kerja sama yang telah berjalan, terutama terkait pelaksanaan kerja praktik mahasiswa. Pada tahun 2024 terdapat dua mahasiswa Teknik Kimia Itera yang melaksanakan kerja praktik di PLTU Tarahan, sementara pada tahun 2026 terdapat tiga mahasiswa. Ke depan, kami berharap semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan belajar langsung di industri melalui program kerja praktik,” ujar Fauzi.

Selain kerja praktik, Prodi Teknik Kimia Itera juga menawarkan peluang kolaborasi penelitian yang dapat memberikan solusi terhadap tantangan teknis maupun lingkungan yang dihadapi industri pembangkitan listrik. Tidak hanya itu, pihaknya berharap praktisi dari PLN Nusantara Power UP Tarahan dapat berkontribusi sebagai narasumber dalam kegiatan kuliah tamu dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa mengenai kondisi nyata dunia industri.

Prodi Teknik Kimia Itera juga menawarkan peluang kolaborasi penelitian yang dapat memberikan solusi terhadap tantangan teknis maupun lingkungan yang dihadapi industri pembangkitan listrik.

Manager PLN Nusantara Power UP Tarahan, Dwi Suprianto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh Prodi Teknik Kimia Itera. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan industri sangat penting untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor energi, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten.

“PLN Nusantara Power UP Tarahan terbuka untuk menjalin kerja sama dengan institusi akademik, termasuk Itera. Kami melihat keterlibatan akademisi sangat penting dalam membantu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi industri. Kami juga siap menindaklanjuti peluang kerja sama yang telah didiskusikan dalam pertemuan ini,” ujar Dwi Suprianto.

Pada kesempatan tersebut, pihak PLN Nusantara Power UP Tarahan memaparkan berbagai program operasional dan inovasi yang telah dijalankan. Saat ini, pembangkit memanfaatkan batu bara yang dipasok dari PT Bukit Asam, Muara Enim, sebagai bahan bakar utama. Selain itu, perusahaan juga telah menerapkan program cofiring biomassa sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan. Setiap harinya, sekitar 2.000 ton batu bara digunakan untuk operasional pembangkit, yang dikombinasikan dengan 300–400 ton biomassa atau sekitar 15–20 persen dari total kebutuhan bahan bakar. Biomassa tersebut dipasok dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung.

Melalui kunjungan industri ini, kedua belah pihak sepakat untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan. Kolaborasi antara Itera dan PLN Nusantara Power UP Tarahan diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan tinggi, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat.

Penulis : Andre Ramadhani (Teknik Material)