ITERA NEWS – Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Institut Teknologi Sumatera (Itera) mulai melaksanakan verifikasi berkas fisik bagi 5.878 calon mahasiswa baru di Gedung Kuliah Umum 2 Itera, Senin, 3 Agustus 2026. Selain menjalani verifikasi berkas, para calon mahasiswa baru juga mengikuti pemeriksaan kesehatan, tes bebas narkoba, dan tes buta warna sebagai bagian dari tahapan registrasi.
Ketua Tim PMB Itera, Dr. Abdul Rajak, M.Si., menyampaikan bahwa seluruh calon mahasiswa baru akan mengikuti proses verifikasi berkas yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. Para calon mahasiswa diwajibkan membawa sejumlah dokumen persyaratan, di antaranya bukti pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), bukti pembayaran Iuran Pengembangan Institusi (IPI) bagi calon mahasiswa baru jalur SMMPTN-Barat dan SMT-Nonprestasi, bukti pembayaran tes kesehatan, dokumen beasiswa KIP-K bagi mahasiswa yang lolos, bukti final pengisian Data Isian Mahasiswa (DIM), serta kartu BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan bagi calon mahasiswa yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Tahapan verifikasi berkas dibagi menjadi empat sesi setiap hari. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB, sesi kedua pukul 10.00–12.00 WIB, sesi ketiga pukul 13.00–15.00 WIB, dan sesi keempat pukul 15.00–17.00 WIB.
Saya mempersiapkan diri selama sekitar tiga bulan dan mengikuti bimbingan belajar agar bisa diterima di Itera. Alhamdulillah, perjuangan itu terbayar karena akhirnya berhasil masuk ke kampus impian
Calon mahasiswa baru Program Studi Teknik Mesin, Heskiel Jeremia Natanael, asal Dumai, Riau, mengaku terkesan saat pertama kali mengunjungi Kampus Itera. Menurutnya, fasilitas kampus yang lengkap memberikan kesan positif dan semakin menguatkan pilihannya untuk menempuh pendidikan di Itera.
“Selain fasilitas gedung dan laboratorium yang lengkap, embung yang ada juga menambah kesan sejuk saat saya berada di Itera dan melebihi ekspektasi saya,” ujar Heskiel.
Sementara itu, calon mahasiswa baru Program Studi Arsitektur Lanskap, Naura Zafira Salsabilla, asal Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, mengaku bersyukur dapat diterima di kampus impiannya. Meski sempat tidak lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk kembali berjuang melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
“Saya mempersiapkan diri selama sekitar tiga bulan dan mengikuti bimbingan belajar agar bisa diterima di Itera. Alhamdulillah, perjuangan itu terbayar karena akhirnya berhasil masuk ke kampus impian,” ujar Naura.
Naura berharap dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di Itera untuk mendukung proses belajar selama menempuh pendidikan. Menurutnya, lingkungan kampus yang nyaman serta fasilitas yang lengkap menjadi nilai tambah yang semakin memantapkan pilihannya untuk berkuliah di Itera.
Tim Liputan
Penulis : Dina Amala dan Sakira Aurel
Fotografer : Diki Saputra








