ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 akan melaksanakan pengabdian masyarakat di Kecamatan Pringsewu dengan fokus pada penyelesaian persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari persiapan, Tim Pusat KKN Itera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Pringsewu pada Selasa, 9 Juni 2026, di Kantor Kecamatan Pringsewu. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pringsewu Christianto Hariadinata Sani, S.H., M.H., beserta jajaran kecamatan, lurah, kepala pekon, dan perwakilan desa lokasi KKN.
Sebanyak enam desa dan kelurahan menjadi lokasi pelaksanaan KKN PPM, yaitu Pekon Sidoharjo, Pringsewu Utara, Pringsewu Timur, Podomoro, Rejosari, dan Podosari. Sebanyak 67 mahasiswa dari 27 program studi akan diterjunkan dan dibagi ke dalam enam kelompok dengan pendampingan tiga dosen pembimbing lapangan (DPL).
Kepala Pusat KKN Itera, Dr. Prio Santoso, M.Sc., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan pada 23 Juni 2026 yang diikuti sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai skema KKN, meliputi KKN PPM, KKN Tematik, dan KKN Rekognisi. Selanjutnya, mahasiswa akan diberangkatkan ke lokasi pada 30 Juni 2026 dan melaksanakan kegiatan hingga 14 Juli 2026.
Dalam koordinasi tersebut, isu pengelolaan sampah menjadi perhatian utama. Sejumlah wilayah di Kecamatan Pringsewu masih menghadapi tantangan rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, kondisi geografis yang dekat dengan aliran sungai menyebabkan praktik pembuangan sampah ke sungai dan saluran irigasi masih terjadi.
Kami berharap kehadiran mahasiswa Itera dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan
Camat Pringsewu, Christianto, menyambut baik pelaksanaan KKN PPM Itera dan berharap mahasiswa dapat menghadirkan solusi konkret yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami berharap kehadiran mahasiswa Itera dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Pekon Podosari, Rashmin, menambahkan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik, masih sangat dibutuhkan. Ia berharap mahasiswa dapat berkolaborasi dengan masyarakat untuk menghadirkan solusi yang aplikatif dan berdampak jangka panjang.
Pemerintah pekon juga berharap program kerja mahasiswa tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu membangun sistem atau gerakan pengelolaan sampah yang dapat terus berjalan setelah program KKN berakhir.
Masalah Banjir
Selain persoalan sampah, beberapa wilayah seperti Pringsewu Timur, Pringsewu Utara, Sidoharjo, dan Podomoro juga mengusulkan kajian terkait permasalahan banjir. Pemerintah desa berharap mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, seperti Geomatika, Teknik Lingkungan, dan bidang sumber daya air, dapat membantu mengidentifikasi penyebab serta memberikan rekomendasi solusi.
Pemerintah desa menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan KKN PPM. Pekon Rejosari bahkan telah menyiapkan rumah sebagai posko mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Para kepala pekon dan lurah juga berharap mahasiswa dapat menjaga nama baik institusi serta menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, akan dilaksanakan survei lapangan oleh dosen pembimbing lapangan bersama perwakilan mahasiswa untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan di masing-masing lokasi. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kerja yang tepat sasaran.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, KKN PPM Itera di Kecamatan Pringsewu diharapkan mampu menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan sampah, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. (Rilis/Humas)



