Prodi Rekayasa Kosmetik Itera Latih Siswa SMA Al Karim Membuat Lilin Aromaterapi dan Berwirausaha

Prodi Rekayasa Kosmetik Itera Latih Siswa SMA Al Karim Membuat Lilin Aromaterapi dan Berwirausaha

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Program Studi Rekayasa Kosmetik Institut Teknologi Sumatera (Itera) memberikan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dan kewirausahaan kepada siswa SMA Al Karim, Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) tersebut bertujuan membekali peserta dengan keterampilan membuat produk bernilai tambah sekaligus menumbuhkan minat berwirausaha berbasis sains dan teknologi.

Pelatihan dipimpin dosen Rekayasa Kosmetik Itera, Nisa Raudotul Auli, S.Si., M.Biotech., bersama tim yang terdiri atas Apt. Arsy Fauziah, M.Si., Dr. Achmad Gus Fahmi, S.Si., M.Si., Iwan Syahjoko Saputra, Elianasari, M.Si., Dr. Annisa Siti Zulaicha, M.Si., dan Suryaneta, S.T., M.Sc., Ph.D. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Rekayasa Kosmetik Itera sebagai fasilitator pada sesi praktik.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai bahan baku, formulasi, pemilihan essential oil dan fragrance, penggunaan pewarna serta sumbu, hingga aspek keamanan dalam proses produksi. Setelah itu, peserta mempraktikkan secara langsung pembuatan lilin aromaterapi dengan berbagai variasi aroma sehingga memperoleh pengalaman yang aplikatif.

Selain keterampilan teknis, siswa juga mendapatkan pembekalan kewirausahaan, mulai dari mengenali peluang usaha, strategi pengemasan, penentuan harga jual, hingga pemasaran produk

Selain keterampilan teknis, siswa juga mendapatkan pembekalan kewirausahaan, mulai dari mengenali peluang usaha, strategi pengemasan, penentuan harga jual, hingga pemasaran produk. Materi tersebut diberikan untuk mendukung penguatan karakter kewirausahaan yang menjadi salah satu fokus pendidikan di SMA Al Karim.

Dosen Rekayasa Kosmetik Itera, Apt. Arsy Fauziah, M.Si., mengatakan pelatihan ini diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai potensi produk aromaterapi sebagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. “Melalui pelatihan ini kami ingin memperkenalkan bahwa pembuatan lilin aromaterapi tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga pemahaman mengenai formulasi, keamanan produk, dan kualitas bahan baku,” ujar Arsy.

Arsy berharap, siswa tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki semangat untuk mengembangkannya menjadi peluang usaha yang bernilai. Hal ini sejalan dengan karakter SMA Al Karim sebagai sekolah kewirausahaan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera terus memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Itera menghadirkan pendidikan yang berdampak dengan mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan berbasis sains dan teknologi. (Rilis/Humas)