ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Program Studi Teknik Elektro menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Siemens Indonesia dalam rangka penguatan pendidikan, riset, dan pengembangan talenta di bidang sistem tenaga listrik. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Siemens Tech Summit 2026, sebuah forum yang mempertemukan pelaku industri, mitra teknologi, dan akademisi untuk mendorong transformasi digital serta transisi energi di Indonesia, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Melalui kerja sama tersebut, Itera menjadi salah satu dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia yang menerima hibah lisensi perangkat lunak PSS® SINCAL dari PT Siemens Indonesia. Perangkat lunak simulasi sistem tenaga listrik tersebut akan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, praktikum, penelitian, hingga pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen di bidang sistem tenaga listrik.
Koordinator Program Studi Teknik Elektro Itera, Ir. Gde KM Atmajaya, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan kapasitas riset yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri ketenagalistrikan.
“Melalui dukungan perangkat lunak PSS® SINCAL dari Siemens Indonesia, mahasiswa dan dosen Teknik Elektro Itera akan memiliki akses terhadap teknologi simulasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kegiatan riset, serta menyiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan sektor ketenagalistrikan modern,” ujar Ir. Gde KM Atmajaya.
Melalui dukungan perangkat lunak PSS® SINCAL dari Siemens Indonesia, mahasiswa dan dosen Teknik Elektro Itera akan memiliki akses terhadap teknologi simulasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
PSS® SINCAL merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk simulasi dan analisis sistem tenaga listrik, mulai dari studi aliran daya, analisis hubung singkat, evaluasi keandalan sistem, hingga integrasi energi baru terbarukan. Kehadiran perangkat lunak ini diharapkan memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus meningkatkan kualitas penelitian yang dilakukan sivitas akademika Itera.
Selain Itera, enam perguruan tinggi lain yang menerima hibah lisensi perangkat lunak tersebut ialah Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Nasional Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Trisakti, Universitas Jember, dan Politeknik Negeri Sriwijaya. Masing-masing institusi memperoleh lisensi perangkat lunak senilai Rp100 juta sebagai bagian dari komitmen PT Siemens Indonesia dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang keteknikan.
Siemens Tech Summit 2026 juga menjadi forum bagi PT Siemens Indonesia untuk memperkenalkan berbagai inovasi teknologi digital dan solusi ketenagalistrikan, termasuk digitalisasi industri, integrasi teknologi, serta pengembangan ekosistem energi yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
Bagi Itera, kolaborasi dengan dunia industri menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran dan riset, tetapi juga memperluas pengalaman mahasiswa dalam mengakses teknologi yang digunakan di dunia profesional.
Melalui kerja sama dengan PT Siemens Indonesia, Itera terus memperkuat perannya sebagai kampus berdampak yang menghadirkan pendidikan dan riset selaras dengan kebutuhan industri. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, memperkuat inovasi di bidang sistem tenaga listrik, serta mendukung percepatan transformasi energi berkelanjutan di Indonesia. (Rilis/Humas)



