Dosen Itera Kenalkan Green Science Chemistry, Olah Limbah Kulit Jeruk Jadi Pembersih Lantai Alami

Dosen Itera Kenalkan Green Science Chemistry, Olah Limbah Kulit Jeruk Jadi Pembersih Lantai Alami

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS — Tim dosen Program Studi Teknik Biosistem, Institut Teknologi Sumatera (Itera), mengenalkan konsep green science chemistry kepada siswa SMAN 06 Bandar Lampung melalui pemanfaatan limbah kulit jeruk dan kayu manis menjadi pembersih lantai alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) tersebut berlangsung, Kamis, 30 April 2026 di SMAN 06 Bandar Lampung.

Kegiatan bertema “Edukasi Sains Terapan melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk dan Kayu Manis sebagai Pembersih Lantai Alami untuk Siswa SMA” itu bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai penerapan sains ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen Itera memberikan materi mengenai konsep green chemistry serta pemanfaatan limbah organik sebagai bahan pembersih alami yang lebih aman bagi lingkungan. Siswa juga mengikuti praktik langsung pembuatan pembersih lantai berbahan kulit jeruk dan kayu manis.

Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada proses sederhana pengolahan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna, sekaligus memahami pentingnya penggunaan bahan alami untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi siswa, khususnya dalam memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui pendekatan sains

Kepala SMAN 06 Bandar Lampung, Dra. Ida Royani, M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan wawasan baru bagi siswa terkait penerapan sains dalam kehidupan sehari-hari. “Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi siswa, khususnya dalam memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui pendekatan sains,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 06 Bandar Lampung, Ikhsanudin, S.Pd., berharap program serupa dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Tim dosen Itera berharap kegiatan ini dapat mendorong penguatan pembelajaran berbasis proyek sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. Selain meningkatkan pemahaman ilmiah, siswa juga diajak berpikir kritis mengenai pengelolaan limbah organik dan penerapan solusi sederhana yang berkelanjutan di lingkungan sekitar. (Rilis/Humas)