ITERA NEWS-Tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengenalkan konsep kontur topografi kepada siswa SD Negeri 1 Sukarame Dua, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, melalui teknologi Augmented Reality (AR) Sandbox, Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang diinisiasi Program Studi Teknik Geomatika Itera ini bertujuan membantu siswa memahami bentuk permukaan bumi dan garis kontur melalui pembelajaran interaktif berbasis praktik langsung.
Melalui AR Sandbox, siswa diajak membentuk bukit, lembah, dan lereng menggunakan media pasir serta mengamati visualisasi garis kontur secara langsung. Teknologi yang memadukan kotak pasir, sensor kedalaman Kinect, komputer, dan proyektor tersebut menampilkan perbedaan ketinggian permukaan dalam bentuk gradasi warna dan garis kontur yang berubah mengikuti bentuk pasir.
Melalui AR Sandbox, siswa diajak membentuk bukit, lembah, dan lereng menggunakan media pasir serta mengamati visualisasi garis kontur secara langsung. Teknologi yang memadukan kotak pasir, sensor kedalaman Kinect, komputer, dan proyektor tersebut menampilkan perbedaan ketinggian permukaan dalam bentuk gradasi warna dan garis kontur yang berubah mengikuti bentuk pasir.
Ketua Tim PkM Itera, Agung Pandi Nugroho, S.T., M.T., bersama tim dosen dan mahasiswa mendampingi siswa dalam mengenali karakteristik bentang alam. Siswa mempelajari bahwa garis kontur yang rapat menunjukkan lereng curam, sedangkan garis yang renggang menunjukkan lereng landai. Mereka juga dikenalkan pada hubungan antara bentuk permukaan bumi dan arah aliran air serta potensi bencana, seperti genangan dan tanah longsor.
Kegiatan yang dibuka oleh perwakilan sekolah, Merta, dan Ketua Tim PkM Itera tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Itera dan pihak sekolah dalam menghadirkan pembelajaran geospasial yang mudah dipahami. Materi yang diberikan disesuaikan dengan pembelajaran bentang alam dan peta dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya bagi siswa kelas VI.
Untuk mengevaluasi pemahaman siswa, tim menyiapkan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) bergambar yang mencakup konsep elevasi, kontur, bentuk lahan, serta aliran air. Hasil evaluasi akan dianalisis lebih lanjut sebagai bahan pengembangan modul dan penyempurnaan metode pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN rekognisi turut membantu penyiapan perangkat, pendampingan siswa, pengelolaan kelas, dan dokumentasi kegiatan.
Program pengabdian ini dikoordinasikan oleh Agung Pandi Nugroho bersama Misfallah Nurhayati, Muhammad Ario Eko Rahadianto, Ratna Mustika Sari, dan Zulfikar Adlan Nadzir. Kegiatan juga ditandai dengan penyerahan piagam dan cendera mata kepada pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin.
Melalui pemanfaatan AR Sandbox, Itera berupaya menerapkan keilmuan geomatika untuk mendukung pendidikan dasar. Media ini diharapkan dapat membantu siswa memahami kondisi lingkungan sekitarnya sekaligus menjadi alternatif pembelajaran topografi yang interaktif dan berkelanjutan bagi guru. (Rilis/Humas)
