ITERA NEWS – Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyelenggarakan seminar keprofesian bertajuk “Dekarbonisasi Transportasi: Membuka Jalur Pembiayaan dan Kebijakan” di Aula Gedung Kuliah Umum 1 Itera, Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan para narasumber pakar, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah RI, Rustman Efendi, S.E., Ak., M.M., Manajer Portofolio, Senior KfW, Anna Schirmer, Heinrich Wyes, serta Prof. Dr, Oliver Lah.
Rektor Itera Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., dalam pembukaan kegiatan menyampaikan, dekarbonisasi transportasi tidak dapat hanya bergantung pada pembangunan teknologi rendah emisi. Hal ini juga membutuhkan kebijakan yang konsisten , institusi yang kuat, skema pembiayaan yang tepat, instrumen fiskal dan fiskal, metode perhitungan emisi yang terstandarisasi, dan kolaborasi antara pemerintah, universitas, industri dan masyarakat.
Rektor berharap seminar ini akan memperkuat inisiatif akademis ini dan menciptakan peluang baru untuk kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat.
Para narasumber seminar membahas Kerangka Avoid-Shift-Improve (ASI) sebagai fondasi utama untuk menurunkan emisi sektor transportasi, dengan pesan inti bahwa dampak terbesar hanya dapat dicapai melalui paket kebijakan terintegrasi, bukan melalui langkah tunggal.
Seminar yang dimoderatori dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Itera, Dr. Adnin Musadri Asbi, S.Hut., M.Sc., turut dihadiri Dekan dan Manajemen Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, serta seratusan peserta mahasiswa dan dosen yang mewakili delapan program studi di FTIK.
Para narasumber seminar membahas Kerangka Avoid-Shift-Improve (ASI) sebagai fondasi utama untuk menurunkan emisi sektor transportasi, dengan pesan inti bahwa dampak terbesar hanya dapat dicapai melalui paket kebijakan terintegrasi, bukan melalui langkah tunggal. Sejumlah contoh nyata diangkat, termasuk proyek SOLUTIONSplus di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa, BRT (TransMilenio), serta elektrifikasi armada, untuk menunjukkan bagaimana ASI diterapkan dalam praktik, termasuk tiga titik masuk potensial bagi Indonesia.
Tim Liputan
Penulis: Najwah Afifah Salsabila (Perencanaan Wilayah dan Kota)
Fotografer: M. Jason Triadikara (Pariwisata)





