ITERA NEWS — Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyosialisasikan budaya kampus aman dalam kegiatan Pra-Karantina Duta Generasi Berencana (Genre) Itera 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Kuliah Umum 1 Itera, Sabtu, 2 Mei 2026.
Sosialisasi yang diikuti 20 finalis Duta Genre Itera 2026 ini mengusung tema “Safe Campus, Safe Future: Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Kampus”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Ketua Satgas PPKPT Itera, Martasari Beti Pangestuti, S.T., M.T., dalam pemaparannya menekankan pentingnya pemahaman komprehensif terkait berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Ia menjelaskan, kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga mencakup kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, intoleransi, hingga kebijakan yang berpotensi mengandung unsur kekerasan. Materi yang disampaikan mengacu pada regulasi terbaru, termasuk Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 serta Peraturan Rektor Itera Nomor 14 Tahun 2025.
Kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga mencakup kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, intoleransi, hingga kebijakan yang berpotensi mengandung unsur kekerasan.
Selain penguatan pemahaman konseptual, peserta juga dibekali keterampilan praktis, seperti mekanisme pelaporan kasus, dukungan psikologis awal (DPA), serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun budaya kampus yang aman dan beretika. Peserta didorong untuk berani melapor, baik sebagai korban maupun saksi, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan dan perlindungan terhadap korban.
Martasari menyampaikan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif mahasiswa. “Mahasiswa tidak hanya menjadi target edukasi, tetapi juga mitra strategis dalam upaya pencegahan kekerasan. Melalui Duta Genre, diharapkan lahir agen perubahan yang mampu menyebarluaskan nilai-nilai anti-kekerasan di lingkungan kampus,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para finalis Duta Genre Itera diharapkan mampu menjadi teladan dalam mempromosikan budaya anti-kekerasan, membangun relasi yang sehat, serta aktif menyosialisasikan alur pelaporan dan penanganan kasus secara tepat dan bertanggung jawab.
Satgas PPKPT Itera menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya pencegahan, penanganan, perlindungan, dan pemulihan korban kekerasan secara profesional, berkeadilan, serta menjunjung tinggi kerahasiaan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan lingkungan kampus Itera yang aman bagi seluruh sivitas akademika.
Untuk informasi dan layanan pelaporan, sivitas akademika dapat mengakses laman resmi Satgas PPKPT Itera melalui https://laporppkpt.itera.ac.id serta media sosial @satgasppkpt.itera. (Rilis/Humas)

