Prodi Farmasi Itera Bahas Masa Depan Farmasis di Era AI dan Big Data

Prodi Farmasi Itera Bahas Masa Depan Farmasis di Era AI dan Big Data

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Program Studi Farmasi, Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyelenggarakan kegiatan studium generale pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan bertema “Point of View Pelayanan Klinis dan Penelitian: Masa Depan Farmasis di Era AI dan Big Data” ini diikuti mahasiswa Farmasi dan sivitas akademika Itera.

Kegiatan tersebut menjadi upaya memperluas wawasan peserta terkait transformasi profesi farmasis di tengah perkembangan teknologi digital, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan dan big data dalam bidang kesehatan.

Studium generale menghadirkan dosen Farmasi Klinis Universitas Tadulako sekaligus External Researcher pada Prescription Drug Misuse Education and Research (PREMIER) Center, University of Houston, Texas, Amerika Serikat, apt. Rudi Safarudin, S.Si., M.Farm., M.Epid., Ph.D., CertDA.

Wakil Dekan Fakultas Sains Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera, Dr. Sri Efrinita Irwan, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia di bidang farmasi dalam menghadapi perkembangan teknologi kesehatan yang kian pesat.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Farmasi Itera, Dr. apt. Atika Dalili Akhmad, S.Farm., M.Sc., menegaskan bahwa mahasiswa perlu memahami perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan big data yang semakin berperan dalam pelayanan kesehatan maupun penelitian farmasi.

Kemampuan analisis data, literasi digital, serta kolaborasi interprofesional menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki farmasis di masa depan.

Dalam pemaparannya, apt. Rudi Safarudin menjelaskan perspektif peran farmasis di era digital, baik dalam pelayanan klinis maupun penelitian. Ia menyoroti pemanfaatan AI dalam sistem pendukung keputusan klinis serta penggunaan big data untuk pengembangan riset farmasi.

Selain itu, ia juga mengulas tantangan dan peluang profesi apoteker di Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi kesehatan global. Menurutnya, kemampuan analisis data, literasi digital, serta kolaborasi interprofesional menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki farmasis di masa depan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan ilmu farmasi serta mampu mempersiapkan diri untuk berperan aktif dalam pengembangan pelayanan kesehatan dan penelitian di era digital. (Rilis FS/ Humas)