ITERA NEWS – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Institut Teknologi Sumatera (Itera) merancang sejumlah strategi untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus. Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Kick Off Meeting serta evaluasi program 2025 dan perencanaan kegiatan 2026 yang digelar di Ruang Rapat Gedung A Itera, Selasa, 10 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M.Si. selaku pengarah satgas, penanggung jawab Dr. Sunarsih, S.S., M.A., Ketua Satgas PPKPT Itera periode 2025 Dr. Winati Nurhayu, S.Si., Ketua Satgas PPKPT Itera periode 2026 Martasari Beti Pangestuti, S.T., M.T., serta anggota dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Satgas PPKPT Itera periode 2025 Dr. Winati Nurhayu, S.Si., memaparkan evaluasi kegiatan selama 2025. Ia menyampaikan bahwa penanganan kasus perlu terus ditingkatkan dengan tetap menjaga asas kerahasiaan. Menurutnya, ketidakpuasan terhadap rekomendasi satgas merupakan hal yang wajar, namun proses penanganan tetap harus berjalan objektif.
Winati juga menekankan pentingnya penguatan program pencegahan agar lebih menarik dan efektif menjangkau sivitas akademika. Selain itu, peningkatan kapasitas anggota baru juga diperlukan karena belum adanya pelatihan lanjutan dari kementerian sejak terbitnya regulasi terbaru pada 2024. Ia turut menyampaikan rencana pembentukan Unit Layanan Disabilitas yang berpotensi berada dalam satu pusat bersama PPKPT.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera Prof. Khairurrijal menekankan agar satgas lebih memprioritaskan kegiatan pencegahan pada tahun ini. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap netral dan menjaga kerahasiaan dalam penanganan kasus, termasuk saat menghadapi pemberitaan yang bersifat provokatif.
Peningkatan kompetensi anggota baru dapat dilakukan melalui transfer pengalaman dari anggota lama serta pembentukan kelompok kerja (working group) untuk membedah kasus sebagai bahan pembelajaran dan upaya pencegahan
Menurutnya, peningkatan kompetensi anggota baru dapat dilakukan melalui transfer pengalaman dari anggota lama serta pembentukan kelompok kerja (working group) untuk membedah kasus sebagai bahan pembelajaran dan upaya pencegahan. Ia juga mendorong satgas mengembangkan konten edukasi dari pembelajaran kasus yang ada, dengan tetap menjaga kerahasiaan pihak terkait.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Satgas PPKPT Itera periode 2026 Martasari Beti Pangestuti, S.T., M.T., memaparkan rencana program kerja satgas selama 2026. Struktur organisasi satgas tahun ini diperbarui dengan pembagian divisi yang lebih spesifik untuk memperkuat kinerja.
Sejumlah program yang direncanakan antara lain penyusunan dan publikasi buku panduan atau buku saku PPKPT, pembuatan konten edukasi secara berkala di media sosial, serta penyediaan standing banner edukasi di ruang publik seperti Kebun Raya Itera dan area strategis kampus.
Selain itu, satgas juga menyiapkan kerja sama eksternal dengan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Sumatera Bagian Selatan melalui draft nota kesepahaman (MoU). Dalam rapat tersebut juga disepakati mekanisme komunikasi satu pintu dengan pihak eksternal terkait penanganan kasus yang berpotensi menjadi perhatian publik, termasuk pertimbangan penerbitan siaran pers apabila isu berkembang menjadi polemik yang lebih luas.
Penulis : Rudiyansyah





