Tim KKN Sains Aktuaria Itera Latih Guru Modifikasi Soal Cerita HOTS Berbasis Literasi Finansial

Tim KKN Sains Aktuaria Itera Latih Guru Modifikasi Soal Cerita HOTS Berbasis Literasi Finansial

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Sains Aktuaria Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan kegiatan bertajuk “Modifikasi Soal Cerita HOTS Bermuatan Literasi Finansial Berbasis Ekonomi Lokal” di UPT SD Negeri 3 Sukoharjo III, Desa Sukoharjo III, Kabupaten Pringsewu, pada 23 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh dosen Program Studi Sains Aktuaria bersama mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini diakui melalui skema Rekognisi Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pengabdian tersebut dapat direkognisi sebagai bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kegiatan PkM ini diketuai oleh Annisa Hevita Gustina Kumalasari, S.Si., M.Mat., dosen Program Studi Sains Aktuaria Itera, bersama tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sains Aktuaria. Melalui kegiatan ini, tim berupaya meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang terintegrasi dengan literasi finansial berbasis ekonomi lokal sehingga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.

Materi pelatihan difokuskan pada pemahaman konsep dan karakteristik soal HOTS, pengenalan unsur-unsur literasi finansial dalam pembelajaran ekonomi, serta strategi menyusun soal yang mendorong kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sebagai pendekatan sederhana untuk mengembangkan soal cerita kontekstual tanpa harus menyusun dari awal. Guru diajak mengadaptasi contoh soal dengan memanfaatkan kondisi ekonomi di lingkungan sekitar sehingga menghasilkan soal yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Selama pelatihan, guru memperoleh berbagai contoh soal HOTS dengan konteks ekonomi, seperti pengelolaan kas pedagang, perhitungan diskon dan tabungan, hingga pengambilan keputusan dalam memilih pemasok berdasarkan biaya dan keuntungan.

Selama pelatihan, guru memperoleh berbagai contoh soal HOTS dengan konteks ekonomi, seperti pengelolaan kas pedagang, perhitungan diskon dan tabungan, hingga pengambilan keputusan dalam memilih pemasok berdasarkan biaya dan keuntungan. Contoh-contoh tersebut menjadi acuan bagi peserta untuk mengembangkan soal sesuai materi yang diajarkan di kelas dengan tetap memperhatikan aspek literasi finansial dan kemampuan bernalar peserta didik.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta praktik langsung memodifikasi soal cerita. Para guru menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya, berdiskusi, dan menyusun rancangan soal HOTS yang disesuaikan dengan karakteristik siswa di sekolah masing-masing. Melalui sesi praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan instrumen pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Melalui kegiatan ini, dosen Program Studi Sains Aktuaria Itera tidak hanya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi guru melalui penguatan literasi finansial dan penyusunan soal HOTS, tetapi juga mengintegrasikan proses pembelajaran mahasiswa dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Skema Rekognisi KKN yang diterapkan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, sekaligus memperkuat sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan PkM ini didanai oleh Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM) Institut Teknologi Sumatera (Itera) sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Rilis/Humas)