ITERA NEWS – Tim dosen Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa diskusi dan presentasi hasil kajian awal pengembangan Sistem Informasi Tata Kelola Corporate Social Responsibility (CSR) terintegrasi kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kota Bandar Lampung, Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut permintaan Baperida Kota Bandar Lampung kepada Itera dalam merancang sistem pengelolaan CSR di tingkat kota, sebagai implementasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 5 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL). Tim diterima oleh Dini Purnamawaty, S.E., M.Si., selaku Kepala Baperida Kota Bandar Lampung, beserta jajaran staf teknis terkait.
Tim PkM diketuai Muhammad Habib Algifari, S.Kom., M.TI., dengan anggota Eko Dwi Nugroho, S.Kom., M.Cs.; Aidil Afriansyah, S.Kom., M.Kom.; Ilham Firman Ashari, S.Kom., M.T.; Alya Khairunnisa Rizkita, S.Kom., M.Kom.; Amirul Iqbal, S.Kom., M.Eng.; Miranti Verdiana, M.Si.; serta Martin Clinton Tosima Manullang, Ph.D.
Tim juga menyampaikan bahwa pengembangan sistem diawali dengan kajian regulasi dan benchmarking ke sejumlah daerah yang telah menerapkan sistem serupa, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Kota Bandar Lampung.
Dalam kegiatan tersebut, tim mempresentasikan tiga luaran utama. Pertama, dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan CSR versi awal yang memuat tujuh tahapan proses bisnis, mulai dari pemetaan perusahaan hingga pelaporan dan apresiasi program.
Kedua, purwarupa desain antarmuka aplikasi yang dirancang untuk lima aktor utama, yakni Baperida, OPD teknis, perusahaan, mitra pelaksana, dan publik. Ketiga, purwarupa interaktif berbasis web yang dilengkapi fitur navigasi untuk memudahkan pemangku kepentingan memahami alur sistem.
Tim juga menyampaikan bahwa pengembangan sistem diawali dengan kajian regulasi dan benchmarking ke sejumlah daerah yang telah menerapkan sistem serupa, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Kota Bandar Lampung.
Diskusi yang berlangsung menghasilkan sejumlah masukan, antara lain penyesuaian alur verifikasi, penyederhanaan pelaporan perusahaan, serta integrasi dashboard publik guna meningkatkan transparansi. Masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan pada tahap pengembangan selanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Itera terus berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Rilis/Humas)


