ITERA NEWS — Upaya memperkuat daya saing sumber daya manusia teknik Indonesia di tingkat internasional dilakukan melalui pengalaman belajar lintas negara. Sebanyak sembilan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera mengikuti Student Mobility Program 2026 di Universiti Teknikal Malaysia Melaka sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Program yang berlangsung pada 16 Maret hingga 17 Juli 2026 tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer akademik internasional sekaligus memahami pendekatan pembelajaran berbasis industri yang diterapkan di Malaysia. Para peserta telah berada di Malaysia sejak 30 Maret 2026 dan kini memasuki pekan ketujuh perkuliahan. Selain mengikuti pembelajaran di kampus, mahasiswa juga menjalani proses adaptasi sosial dan budaya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan internasional.
Muhammad Alfarizi Putra Trivia, salah satu peserta program, mengaku pengalaman belajar di UTeM memberikan perspektif baru mengenai dunia pendidikan teknik. Menurutnya, sistem pembelajaran di kampus tersebut lebih banyak menekankan praktik laboratorium dibandingkan pembelajaran teori di kelas.
“Kami lebih sering berada di laboratorium untuk praktik langsung. Pengalaman ini membuat saya lebih memahami bagaimana teori diterapkan dalam kebutuhan industri,” ujarnya. Ia juga menilai interaksi dengan mahasiswa dari berbagai latar budaya menjadi pengalaman penting yang membangun kepercayaan diri serta kemampuan komunikasi global.
Program yang berlangsung pada 16 Maret hingga 17 Juli 2026 tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer akademik internasional sekaligus memahami pendekatan pembelajaran berbasis industri yang diterapkan di Malaysia.
Selama program berlangsung, para mahasiswa menempuh studi di Faculty of Electrical Technology and Engineering melalui program Bachelor of Technology (Industrial Power) with Honours (BELK). Mata kuliah yang diikuti meliputi Industrial Automation, High Voltage Technology, Electronic Principles, Engineering Materials, hingga Control and Instrumentation. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik dinilai memperkuat kompetensi teknis mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Adapun mahasiswa peserta program terdiri atas Aisyah Maharani Irawan, Mulyawati Kinasih, Alia Fathia Rahma K, Bhoas Mourinho Silalahi Sidebang, Prima Rocky Christian, Muhammad Alfarizi Putra Trivia, Lois Agung Fernando Dongoran, Fawwaz Bariq Gadi, dan Azizil Umam Sabri.
Interaksi Lintas Budaya
Di luar kegiatan akademik, mahasiswa juga aktif mengikuti berbagai aktivitas kampus dan interaksi lintas budaya. Mobilitas harian menggunakan transportasi internal kampus hingga komunikasi dalam bahasa Inggris menjadi bagian dari pengalaman adaptasi yang mereka jalani selama berada di Malaysia. Kedekatan budaya dan bahasa antara Indonesia dan Malaysia turut membantu mahasiswa menyesuaikan diri lebih cepat di lingkungan baru.
Setelah menyelesaikan perkuliahan pada Juli mendatang, para peserta akan melanjutkan program magang di perusahaan mitra di bawah naungan UTeM. Tahapan ini dirancang untuk menghubungkan pengalaman akademik dengan praktik industri secara langsung, sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai dunia profesional.
Melalui program mobilitas internasional ini, Itera berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh peningkatan kompetensi individu, tetapi juga membawa pulang pengalaman, jejaring, dan wawasan global yang dapat ditransformasikan ke lingkungan akademik di kampus. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan teknik yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat internasional. (Rilis/Humas)




