ITERA NEWS – Tim dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pemberdayaan Kelompok Peduli Mangrove Kota Karang melalui Rumah Pembibitan Mangrove sebagai Upaya Konservasi dan Edukasi Mangrove di Wilayah Pesisir Kota Bandar Lampung, Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor Kelurahan Kota Karang, Bandar Lampung, sebagai bagian dari program PkM yang didanai melalui hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Kegiatan ini dipimpin dosen Program Studi Sains Lingkungan Kelautan Itera, Dr. Muhammad Arhan Rajab, S.Pi., M.Si., bersama dosen Program Studi Biologi Hida Arliani Nur Anisa, S.Si., M.Si., dan dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan Dr. Faradila Mei Jayani, S.Hut., M.Si. Program tersebut turut melibatkan mahasiswa Program Studi Sains Lingkungan Kelautan, Abellia Safitri dan Andrew Febriant, sebagai implementasi pembelajaran yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, tim Itera memperkuat kapasitas Kelompok Peduli Mangrove Kota Karang (KPMKK) dan Bank Sampah Kota Karang (Baskora) dalam mengelola rumah pembibitan mangrove sebagai sarana konservasi, rehabilitasi, dan edukasi lingkungan pesisir. Program tersebut menjadi tahap awal penguatan kelembagaan dan kapasitas mitra sebelum dilanjutkan dengan penyediaan bibit mangrove serta pengembangan infrastruktur rumah pembibitan.
Konservasi mangrove tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Ketersediaan bibit yang berkualitas, pemilihan jenis yang sesuai dengan habitat, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam monitoring menjadi kunci keberhasilan pengelolaan mangrove secara berkelanjutan
Ketua tim pengabdian, Dr. Muhammad Arhan Rajab, menjelaskan bahwa keberadaan rumah pembibitan mangrove memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
“Konservasi mangrove tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Ketersediaan bibit yang berkualitas, pemilihan jenis yang sesuai dengan habitat, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam monitoring menjadi kunci keberhasilan pengelolaan mangrove secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan mengenai aspek biologi, ekologi, sosial, dan ekonomi mangrove, teknik identifikasi spesies, pemilihan lokasi rehabilitasi yang sesuai, hingga teknik pembibitan dan pemeliharaan propagul. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai monitoring kesehatan mangrove untuk mendukung keberlanjutan upaya konservasi di wilayah pesisir.
Edukasi Lingkungan
Selain menjadi pusat penyediaan bibit, rumah pembibitan mangrove diharapkan berkembang sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat dan pelajar. Keberadaannya dapat menjadi media pembelajaran yang meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mangrove dalam melindungi garis pantai, menyerap karbon biru (blue carbon), serta menyediakan habitat bagi berbagai biota pesisir.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi mengenai strategi pengelolaan rumah pembibitan yang efektif dan berkelanjutan. Kelompok Peduli Mangrove Kota Karang menyambut baik program tersebut dan berharap kolaborasi dengan Itera dapat terus berlanjut guna memperkuat upaya pelestarian mangrove di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran Itera sebagai Kampus Berdampak yang menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas lokal, Itera terus mendorong pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. (Rilis/Humas)
