Prodi Farmasi Itera Hadirkan Edukasi dan Skrining Hipertensi, Ajak Warga Manfaatkan Tanaman Herbal Lokal

Prodi Farmasi Itera Hadirkan Edukasi dan Skrining Hipertensi, Ajak Warga Manfaatkan Tanaman Herbal Lokal

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Program Studi Farmasi Institut Teknologi Sumatera (Itera) menghadirkan edukasi kesehatan dan skrining hipertensi bagi masyarakat Pekon Gadingrejo Timur, Kabupaten Pringsewu, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Skrining, Edukasi, dan Gerakan Herbal Antihipertensi (Siaga Hipertensi), Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini mendorong pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai terapi pendamping dalam pengendalian hipertensi.

Sebanyak 35 warga mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi, hingga demonstrasi pengolahan tanaman herbal. Program ini menjadi upaya konkret Prodi Farmasi Itera dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan pengendalian hipertensi, yang masih menjadi masalah kesehatan umum di wilayah tersebut.

Ketua kegiatan, apt. Annisa Maulidia Rahayyu, S.Farm., M.S.Farm., menyampaikan bahwa melalui program Siaga Hipertensi, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai penyakit hipertensi, tetapi juga dikenalkan pada alternatif pemanfaatan bahan alami sebagai terapi pendamping. “Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa pengendalian hipertensi tidak hanya melalui obat, tetapi juga dapat didukung dengan pola hidup sehat dan pemanfaatan herbal secara tepat,” ujarnya.

Sebelum sesi edukasi, peserta mengikuti skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan, serta konsultasi langsung dengan tim dosen Farmasi Itera. Kegiatan ini dipandu oleh apt. Nurul Irna Windari, S.Farm., M.Clin.Pharm.

Materi edukasi disampaikan oleh apt. Putri Amelia Rooswita, S.Farm., M.Farm., yang menjelaskan hipertensi sebagai penyakit tidak menular yang kerap disebut silent killer karena minim gejala, namun berisiko menyebabkan komplikasi serius. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai faktor risiko dan pentingnya pola hidup sehat.

Cincau hijau sebagai salah satu tanaman herbal lokal yang berpotensi membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mendukung pengendalian tekanan darah, dengan tetap menekankan bahwa penggunaannya tidak menggantikan terapi medis.

Sementara itu, apt. Riri Fauziyya, S.Farm., M.Farm., memperkenalkan pemanfaatan cincau hijau sebagai salah satu tanaman herbal lokal yang berpotensi membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mendukung pengendalian tekanan darah, dengan tetap menekankan bahwa penggunaannya tidak menggantikan terapi medis.

Sebagai bentuk edukasi aplikatif, peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan cincau hijau yang dipandu apt. Novrilia Atika Nabila, S.Farm., M.Clin.Pharm., mulai dari pengolahan daun hingga siap dikonsumsi.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa KKN Prodi Farmasi Itera yang berperan dalam pelaksanaan skrining, pendampingan peserta, serta demonstrasi. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pembelajaran langsung di masyarakat.

Kepala Pekon Gadingrejo Timur, Ambar Andayono, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi dengan Itera dapat terus berlanjut dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Itera dalam menghadirkan solusi kesehatan berbasis edukasi dan potensi lokal, sekaligus memperkuat peran kampus dalam pemberdayaan masyarakat. (Rilis/Humas)