Mahasiswa dari Sembilan Negara Ikuti COSTROP-ID FTIK Itera, Kolaborasi Global untuk Infrastruktur Pesisir – Tropis

Mahasiswa dari Sembilan Negara Ikuti COSTROP-ID FTIK Itera, Kolaborasi Global untuk Infrastruktur Pesisir – Tropis

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperkuat langkah internasionalisasi kampus melalui penyelenggaraan Coastal and Tropical Infrastructure Development International Course (COSTROP-ID) 2026. Program summer course internasional yang digelar untuk ketiga kalinya sejak 2024 ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus kolaborasi global dalam menjawab tantangan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir dan tropis.

Sebanyak 42 mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, Tanzania, Afghanistan, Korea Selatan, Mesir, Zimbabwe, dan Rwanda mengikuti program yang berlangsung pada 29 Juni–9 Juli 2026. Pembukaan COSTROP-ID 2026 dilaksanakan di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Itera, Senin, 29 Juni 2026, oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., Ph.D.

Selama  sebelas hari, peserta akan mengikuti perkuliahan akademik, diskusi lintas budaya, dan kunjungan lapangan yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pembangunan infrastruktur berkelanjutan di wilayah pesisir dan tropis. Program ini tidak hanya mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara, tetapi juga memperkuat jejaring akademik internasional yang menjadi bagian dari strategi Itera dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan kolaborasi global.

Sebanyak 42 mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, Tanzania, Afghanistan, Korea Selatan, Mesir, Zimbabwe, dan Rwanda mengikuti program yang berlangsung pada 29 Juni–9 Juli 2026.

Ketua COSTROP-ID 2026, Nur Faizaturrohmah, S.P., M.Sc., mengatakan, program tahun ini mengusung pendekatan multidisiplin dengan melibatkan dosen dari berbagai program studi di Itera, di antaranya Teknik Geomatika, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Teknik Kelautan, Teknik Perkeretaapian, Perencanaan Wilayah dan Kota, Pengelolaan Sumber Daya Air, Pariwisata, Arsitektur, Arsitektur Lanskap, serta Desain Komunikasi Visual.

Selain mengikuti perkuliahan, peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah kawasan di Lampung, seperti Pantai Dermaga Bom, Desa Ogan di Kabupaten Pesawaran, dan Kawasan Mangrove Cuku Nyinyi. Kegiatan tersebut dirancang agar peserta dapat mengamati secara langsung karakteristik wilayah pesisir dan ekosistem tropis sebagai laboratorium pembelajaran sekaligus mengkaji berbagai tantangan pengelolaannya.  “COSTROP-ID tidak hanya menjadi ruang belajar akademik, tetapi juga wadah pertukaran budaya, pengalaman, dan jejaring internasional,” ujar Nur Faizaturrohmah.

Jejaring Akademik Internasional

Mewakili Rektor Itera, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan, COSTROP-ID merupakan bagian dari strategi Itera dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai persoalan global.

Menurut Arif, posisi geografis Sumatra yang memiliki garis pantai panjang dan ekosistem tropis yang beragam menjadikan Itera memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan dan berketahanan lingkungan. Tantangan seperti perubahan iklim, kerentanan wilayah pesisir, pengurangan risiko bencana, pengelolaan sumber daya, hingga pembangunan perkotaan berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas disiplin, institusi, dan negara.

COSTROP-ID merupakan bagian dari strategi Itera dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai persoalan global

“Melalui COSTROP-ID, Itera berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur pesisir dan tropis yang berkelanjutan melalui pendidikan berkualitas, riset yang berdampak, inovasi teknologi, serta kolaborasi global. Perguruan tinggi harus menjadi katalisator lahirnya solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Arif.

Ia berharap setiap sesi perkuliahan, diskusi, kegiatan lapangan, hingga interaksi antarbudaya selama program berlangsung dapat menjadi ruang bertukar pengetahuan sekaligus membangun jejaring internasional yang berkelanjutan.

Arif juga mengajak para peserta internasional mengenal lebih dekat budaya, alam, dan keramahan masyarakat Lampung. Ia berharap pengalaman selama mengikuti COSTROP-ID tidak berhenti sebagai kegiatan akademik, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang dalam pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Tim Liputan
Penulis
  : Rudiyansyah
Fotografer : Arpan Ismail