Dosen Itera Latih Siswa SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Ecoprint dan Pemasaran Digital

Dosen Itera Latih Siswa SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Ecoprint dan Pemasaran Digital

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS — Dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar pelatihan ecoprint dan digital marketing bagi siswa SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan kreativitas dan kewirausahaan berbasis lingkungan.

Pelatihan yang diinisiasi Kelompok Keilmuan Sistem, Manajemen, dan Lingkungan Agroindustri itu mengenalkan teknik ecoprint sebagai metode pewarnaan alami menggunakan daun dan bunga. Selain memiliki nilai estetika, teknik tersebut dinilai mendukung konsep produk ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Iwan Setiawan menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi siswa, khususnya pada bidang kreativitas dan kewirausahaan.

Perwakilan dosen Itera, Dr. Elsa Windiastuti, mengatakan pelatihan ini diharapkan mampu membuka wawasan siswa terkait pemanfaatan bahan alami sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan kreatif, tetapi juga memahami pentingnya praktik ramah lingkungan dalam menghasilkan produk,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan kreatif, tetapi juga memahami pentingnya praktik ramah lingkungan dalam menghasilkan produk

Dalam sesi praktik, pemateri ecoprint Radya Yoga menjelaskan teknik ecoprint memiliki potensi ekonomi karena dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual. Ia mendorong siswa memanfaatkan bahan alami di sekitar sebagai media berkarya yang inovatif dan berkelanjutan.

Sementara itu, dosen Itera Refika Melina Putri yang membawakan materi digital marketing menekankan pentingnya penguasaan pemasaran digital dalam mendukung pengembangan produk kreatif.

Menurut dia, pemanfaatan platform digital dapat menjadi peluang bagi siswa untuk mengenal dunia usaha sejak dini, terutama di tengah berkembangnya ekonomi kreatif. Melalui pelatihan tersebut, Itera berharap siswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga memiliki semangat kewirausahaan dan kesadaran menjaga lingkungan. (Rilis/Humas)