ITERA NEWS – Imanuddin, mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera) angkatan 2024, meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui karya sketsa 38 rumah adat Nusantara. Karya bertajuk “Pembuatan Sketsa Rumah Adat Nusantara Vernakular Terbanyak pada Media Kertas” tersebut menjadi upayanya mendokumentasikan kekayaan arsitektur tradisional Indonesia melalui seni sketsa manual.
Imanuddin mengerjakan sketsa pada kertas sepanjang 30 meter dan lebar 45 sentimeter. Melalui karya tersebut, ia ingin memperkenalkan keragaman rumah adat Nusantara sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian arsitektur tradisional. Menurutnya, sketsa manual tetap memiliki peran penting dalam proses perancangan arsitektur, terutama sebagai sarana menuangkan gagasan desain.
Melalui karya sketsa, Imanuddin ingin memperkenalkan keragaman rumah adat Nusantara sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian arsitektur tradisional.
Proses pengerjaan berlangsung selama 85 hari, mulai 11 Mei – 3 Agustus 2026. Imanuddin mengatakan, tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara pengerjaan karya dan kegiatan perkuliahan. Dari 38 rumah adat yang digambarnya, Rumah Adat Tongkonan dari Sulawesi Selatan menjadi salah satu yang paling berkesan karena kompleksitas struktur atapnya.
Pencapaian tersebut tidak diraih tanpa perjuangan. Pada April 2026, Imanuddin sempat mengalami kegagalan dalam 14 ajang lomba sketsa secara berturut-turut. Namun, pengalaman tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk mewujudkan target meraih rekor MURI yang telah ia cita-citakan sejak 2023. Saat penganugerahan, karyanya mendapat pengakuan sebagai rekor dunia.
Keberhasilan Imanuddin tidak terlepas dari bimbingan dosen pembimbing, Rizkyanita Bintang, S.Ars., M.Ars., serta dukungan rekan-rekannya. Berpegang pada prinsip Ad maiora natus sum, yang berarti “Saya dilahirkan untuk hal-hal yang lebih besar”, ia mengajak mahasiswa untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Menurutnya, kegagalan dapat menjadi bagian dari proses untuk mencapai prestasi yang lebih besa
Reporter: Najwah Afifah Salsabila (Perencanaan Wilayah dan Kota)



