ITERA NEWS – Program Studi Magister Fisika, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (Itera), menyelenggarakan rangkaian workshop penguatan kapasitas riset dosen dan penulisan karya ilmiah mahasiswa pada 3–4 Mei 2026 di Aula Gedung F Itera. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ir. Grandprix T.M. Kadja, M.Si., dan menjadi bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas riset serta publikasi ilmiah di lingkungan akademik Itera.
Pada workshop dosen, Koordinator Program Studi Magister Fisika Itera, Dr. Agustina Widiyani, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan kapasitas riset tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah publikasi, tetapi juga pembangunan ekosistem riset yang kolaboratif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, dosen diharapkan mampu menyusun roadmap penelitian yang terarah, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kesiapan dalam mengakses pendanaan riset, termasuk dari lembaga internasional.
Dalam pemaparannya, Dr. Grandprix menegaskan bahwa capaian riset bereputasi merupakan hasil proses panjang yang dibangun melalui konsistensi penelitian, pembinaan mahasiswa, dan penguatan fokus keilmuan. Ia juga menekankan bahwa pendanaan bukan titik awal riset, melainkan faktor pendukung keberlanjutan. Untuk itu, peneliti perlu membangun rekam jejak dan kredibilitas akademik sejak dini, serta mengembangkan kolaborasi secara bertahap melalui konferensi, kunjungan akademik, hingga kerja sama publikasi.
Capaian riset bereputasi merupakan hasil proses panjang yang dibangun melalui konsistensi penelitian, pembinaan mahasiswa, dan penguatan fokus keilmuan.
Selain itu, praktik pengelolaan riset yang efektif juga menjadi perhatian, seperti membangun tim riset berbasis mahasiswa, menjaga produktivitas publikasi, dan menyiapkan bank proposal guna merespons peluang pendanaan secara cepat.
Workshop Mahasiswa
Sementara itu, pada workshop penulisan karya ilmiah mahasiswa, Dekan Fakultas Sains Itera, Dr. Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, S.Si., M.Si., menekankan pentingnya penguatan budaya akademik melalui kegiatan riset dan publikasi. Menurutnya, kemampuan menulis ilmiah menjadi kompetensi esensial yang mendukung penyelesaian studi sekaligus pengembangan karier akademik dan profesional mahasiswa.
Dr. Grandprix dalam sesi ini menegaskan bahwa penulisan karya ilmiah merupakan proses berkelanjutan yang dipengaruhi oleh kualitas riset dan referensi yang digunakan. Ia juga menyoroti pentingnya ketepatan diksi dalam menggambarkan tingkat kepastian hasil penelitian. Selain itu, ia mengingatkan bahwa penolakan artikel merupakan hal yang lazim dalam publikasi ilmiah dan perlu dimaknai sebagai bagian dari proses evaluasi untuk meningkatkan kualitas karya.
Melalui rangkaian workshop ini, Magister Fisika Itera menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas riset dosen sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah (Rilis FS/Humas)






