ITERA NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung bersama Institut Teknologi Sumatera (Itera) membentuk Tim Relawan Satgas Tanggap Bencana di Desa Sumur, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Selasa, 25 Agustus 2026. Pembentukan tim tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana sekaligus meningkatkan kemampuan warga merespons kondisi darurat di tingkat desa.
Tim relawan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari aparatur desa, Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas), tenaga kesehatan, penyandang disabilitas, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga pemuda Karang Taruna. Keterlibatan lintas unsur ini diharapkan membuat upaya penanggulangan bencana lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan warga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat pemahaman mengenai peran relawan, mulai dari mengenali potensi risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, menyampaikan informasi kebencanaan, mendukung evakuasi, hingga membantu penanganan masyarakat terdampak. Pembentukan tim juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan ketika terjadi keadaan darurat.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut memadukan pendekatan kebencanaan, informasi geospasial, dan perencanaan wilayah untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.
Kegiatan ini dipimpin Ketua Tim dari Program Studi Teknik Geomatika Itera, Dr. Ir. Nirmawana Simarmata, M.Sc., bersama Dr. Goldie Melinda Wijayanti, S.T., M.T., dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota serta Ratna Mustika Sari, S.T., M.T., dari Program Studi Teknik Geomatika.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut memadukan pendekatan kebencanaan, informasi geospasial, dan perencanaan wilayah untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Melalui tim relawan yang mewakili berbagai kelompok masyarakat, Desa Sumur diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi bencana serta mampu memperkuat gotong royong dalam pengurangan risiko bencana.
Kolaborasi BPBD Provinsi Lampung dan Itera ini menjadi bagian dari upaya mendorong terbentuknya masyarakat desa yang lebih tangguh, inklusif, dan mandiri dalam menghadapi potensi bencana. (Rilis/Humas)
