ITERA NEWS-Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), Institut Teknologi Sumatera (Itera), menggelar Webinar Pekan Antariksa Dunia 2026 secara daring pada Kamis, 8 Oktober 2026. Mengusung tema “Revolusi Industri Roket dan Satelit Indonesia”, webinar ini membahas perjalanan teknologi antariksa nasional selama 50 tahun, mulai dari peluncuran satelit pertama Indonesia hingga perkembangan teknologi roket dan satelit modern.
Webinar tersebut menghadirkan Dr. Nindhita Pratiwi, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera yang memiliki keahlian di bidang satelit, sebagai pembicara utama. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin memperluas wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi antariksa, khususnya di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Nindhita mengulas perjalanan satelit Indonesia yang dimulai dengan peluncuran Satelit Palapa A1 pada 1976. Sejak saat itu, teknologi satelit berkembang menjadi bagian penting dalam mendukung komunikasi dan konektivitas di wilayah Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau. Peringatan 50 tahun perjalanan satelit pada 2026 pun menjadi momentum untuk meninjau kembali capaian sekaligus tantangan pengembangan teknologi antariksa nasional.
Dalam pemaparannya, Nindhita mengulas perjalanan satelit Indonesia yang dimulai dengan peluncuran Satelit Palapa A1 pada 1976. Sejak saat itu, teknologi satelit berkembang menjadi bagian penting dalam mendukung komunikasi dan konektivitas di wilayah Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau. Peringatan 50 tahun perjalanan satelit pada 2026 pun menjadi momentum untuk meninjau kembali capaian sekaligus tantangan pengembangan teknologi antariksa nasional.
Selain perkembangan satelit, pembahasan berlanjut pada sejarah kelembagaan kedirgantaraan Indonesia, termasuk pembentukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), serta perkembangan teknologi roket. Perjalanan tersebut memperlihatkan upaya Indonesia dalam membangun kemampuan di bidang kedirgantaraan, baik untuk mendukung kebutuhan nasional maupun membuka peluang penelitian dan pengembangan ilmiah.
Seiring dengan perkembangan teknologi tersebut, webinar ini juga membahas satelit modern, termasuk Satelit Nusantara Lima (Nusantara-5) dan Satelit Lampung-1, serta kerja sama internasional dalam pengembangan dan peluncuran teknologi antariksa. Pembahasan ini menyoroti pentingnya penguatan riset, penguasaan teknologi, dan kolaborasi untuk mendorong kemajuan industri antariksa Indonesia.
Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan World Space Week (WSW) 2026 di lingkungan Itera. Peringatan internasional tahunan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa bagi kehidupan manusia.
Melalui kegiatan tersebut, OAIL Itera berharap masyarakat semakin memahami perjalanan dan perkembangan teknologi antariksa Indonesia. Selain itu, webinar ini diharapkan dapat mendorong minat generasi muda untuk mendalami sains dan teknologi serta berkontribusi dalam penguatan riset dan pengembangan industri antariksa nasional pada masa depan. (Rilis/Humas)
