You are currently viewing Itera Hadirkan Buku Saku SONAR untuk Dukung Keselamatan Wisata Bahari Batu Menyan

Itera Hadirkan Buku Saku SONAR untuk Dukung Keselamatan Wisata Bahari Batu Menyan

 

ITERA NEWS-Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui program Pemberdayaan Masyarakat Lingkup Kepakaran (PMLK) menghadirkan buku saku Panduan Penggunaan Teknologi SONAR untuk Masyarakat Desa Wisata Bahari bagi masyarakat Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Buku saku ini menjadi sarana transfer pengetahuan untuk membantu masyarakat memahami dan mengoperasikan teknologi SONAR dalam mendukung keselamatan dan efisiensi transportasi wisata bahari.

Ketua Tim PMLK, Ulil Amri, menjelaskan bahwa penyusunan buku saku tersebut bertujuan agar pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dan survei lapangan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat, bahkan setelah kegiatan pengabdian selesai.

“Buku saku atau panduan penggunaan teknologi SONAR ini dirancang agar prinsip penggunaan, keselamatan, dan pemanfaatan hasil survei lebih mudah dipahami masyarakat. 

“Buku saku atau panduan penggunaan teknologi SONAR ini dirancang agar prinsip penggunaan, keselamatan, dan pemanfaatan hasil survei lebih mudah dipahami masyarakat. Kami ingin pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti pada saat pelatihan atau survei saja, tetapi dapat terus digunakan masyarakat setelah kegiatan selesai,” ujar Ulil.

Buku saku ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Batu Menyan melalui Penerapan Teknologi SONAR untuk Mendukung Keselamatan dan Efisiensi Transportasi Wisata Bahari”. Penyusunannya didasarkan pada rangkaian kegiatan yang telah dilakukan bersama masyarakat dan mitra, mulai dari pengenalan teknologi SONAR, persiapan peralatan, survei lapangan, pengukuran kedalaman perairan, hingga pengolahan data batimetri.

Pengalaman selama kegiatan tersebut kemudian dituangkan ke dalam materi yang disajikan secara ringkas dan visual agar lebih mudah dipahami. Buku saku ini mencakup pengenalan akustik bawah air, prinsip kerja SONAR, perangkat GPSMAP 585 Plus, komponen dan instalasi alat, serta langkah-langkah dasar pengoperasiannya. Selain itu, terdapat panduan membaca tampilan SONAR, mencatat data lapangan, mengukur kedalaman secara manual, dan mengolah data menjadi informasi batimetri.

Untuk membantu masyarakat menghadapi kendala saat menggunakan perangkat, buku saku ini juga dilengkapi dokumentasi kegiatan, ilustrasi, diagram, serta panduan penanganan gangguan umum. Beberapa di antaranya adalah transduser yang tidak stabil, kabel yang longgar, sinyal GPS yang belum stabil, dan layar perangkat yang sulit dibaca. Tidak hanya membahas pengoperasian, panduan ini juga menjelaskan cara merawat perangkat setelah digunakan, mulai dari membersihkan komponen, memeriksa konektor, hingga menyimpan alat dengan aman.

Selain aspek teknis, buku saku ini menekankan pentingnya keselamatan dalam pemanfaatan teknologi SONAR. Perangkat tersebut berfungsi sebagai alat bantu untuk memperoleh informasi kondisi bawah air dan mendukung pengambilan keputusan, bukan sebagai pengganti pengamatan langsung terhadap kondisi perairan. Oleh karena itu, operator tetap perlu mempertimbangkan cuaca, gelombang, arus, pasang surut, kondisi kapal, keselamatan penumpang, serta situasi aktual di lapangan.

Melalui panduan yang praktis tersebut, tim PMLK Itera berharap pengetahuan mengenai teknologi SONAR dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh operator kapal wisata, kelompok masyarakat, pemerintah desa, dan pihak lain yang terlibat dalam pengelolaan wisata bahari Desa Batu Menyan. Dengan demikian, buku saku ini tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan pengabdian, tetapi juga dapat digunakan sebagai media belajar mandiri bagi masyarakat.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Itera dalam menghubungkan kepakaran perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui transfer pengetahuan yang mudah dipahami dan diterapkan, pemanfaatan teknologi SONAR diharapkan dapat mendukung pengembangan wisata bahari Desa Batu Menyan yang lebih aman, efisien, dan berbasis pengetahuan. (Rilis/Humas)