You are currently viewing Itera Dorong Pemanfaatan Teknologi AI untuk Tingkatkan Keselamatan Perlintasan Sebidang

Itera Dorong Pemanfaatan Teknologi AI untuk Tingkatkan Keselamatan Perlintasan Sebidang

ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pada perlintasan sebidang kereta api. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Implementasi Teknologi IoT pada Keselamatan Perlintasan Sebidang” yang digelar, 25 Juni 2026.

FGD tersebut menghadirkan Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Dr. Jumardi, ST., MT., serta Dosen Teknik Perkeretaapian Itera sekaligus pendiri Program Studi Teknik Perkeretaapian, Ir. Julison Arifin, M.Sc., Ph.D., IPU. Kegiatan juga diikuti oleh Deputy PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Budi Heryanto, S.T., serta sejumlah peserta lainnya.

Dalam pembahasan, Dr. Jumardi menekankan bahwa keselamatan merupakan tujuan utama dalam penyelenggaraan perkeretaapian. Perlintasan sebidang yang menjadi bagian dari jalan umum memerlukan penguatan regulasi dan penerapan sistem keselamatan yang mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai pengguna jalan.

Pemanfaatan IoT dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan aplikasi yang dapat memberikan informasi kepada pengguna jalan mengenai keberadaan maupun waktu kereta api melintas. Selain itu, teknologi juga dapat mendukung komunikasi antara masinis dan petugas perlintasan sehingga informasi terkait kondisi di lapangan dapat diterima secara lebih cepat.

Peningkatan jumlah kendaraan dan penguatan penegakan hukum juga menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan keselamatan.

Dosen Teknik Perkeretaapian Itera, Ir. Julison Arifin, menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah persoalan pada perlintasan sebidang, salah satunya persepsi masyarakat yang keliru mengenai kemampuan kereta api untuk menghindari tabrakan serta jarak pengereman kereta api. Peningkatan jumlah kendaraan dan penguatan penegakan hukum juga menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan keselamatan.

Menurutnya, sejumlah langkah dapat dilakukan, antara lain melalui penertiban perlintasan sebidang, pemanfaatan CCTV untuk mendukung pembuktian pelanggaran, penguatan penegakan hukum, serta penerapan smart railway operation. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting, salah satunya melalui penyebaran video pendek mengenai keselamatan perlintasan secara rutin di media sosial.

Sementara itu, Deputy PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Budi Heryanto, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam pengelolaan perlintasan kereta api. Ia menyampaikan pentingnya kejelasan aturan dan legal standing, pembagian kontribusi masing-masing pihak, serta dukungan anggaran dalam pembangunan dan pengelolaan perlintasan sebidang.

“Keselamatan merupakan prioritas utama. Disiplin pengguna jalan sangat menentukan keselamatan di perlintasan kereta api, dan budaya keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” demikian poin yang disampaikan dalam pembahasan FGD.

Pada kesempatan ini pihak Tim Peneliti Itera oleh Ir. Muh Abi Berkah Nadi, ST., MT., Dr. Rico Aditia Prahmana, S.T., M.Sc., Ali Muhtar, S.Pd., M.Eng., Ahmad Yudi, S.T., M.T., dan Ir. Meutia Nadia Karunia, ST, MT. mendapatkan dana Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada pengembangan keselematan di perlintasan sebidang kereta api. Pembahasan kemudian disampaikan ketua peneliti oleh Muh Abi Berkah Nadi pada pengembangan teknologi AI dan IoT untuk mendukung keselamatan pengguna jalan, termasuk melalui aplikasi pemantauan kereta api dan sistem palang pintu otomatis. Pengembangan tersebut dibahas untuk dilakukan melalui kolaborasi tim Itera bersama Kementerian Perhubungan. (Rilis/Humas)