ITERA NEWS-Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) bersama PT Gunung Madu Plantations (GMP) menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Program Pelatihan Berbasis Kompetensi “Budidaya Perkebunan Tebu kepada Petani Mitra PT Gunung Madu Plantations”. Kegiatan selama dua hari tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan produktivitas petani mitra dalam mendukung pengelolaan perkebunan tebu yang efektif dan efisien.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung pada September 2026 hingga Januari 2027. Kolaborasi Itera dan PT GMP menjadi bentuk sinergi perguruan tinggi dan dunia industri dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Itera Dr. Ir. Sena Maulana, S.Hut., M.Si., serta sejumlah dosen FTI Itera. Dari PT GMP hadir Direktur PT GMP Jack Chong Seng Wai, Kepala Departemen Services Iwan Kurniawan, Kepala Departemen R&D Sri Haryani, dan Kepala Divisi Kemitraan Ngadiman, S.P.
Dalam sambutannya, Hadi Teguh Yudistira menyampaikan pentingnya sinergi perguruan tinggi dan industri dalam menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kompetensi dan produktivitas petani mitra. Melalui kegiatan ini, pengetahuan dan keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan di lapangan,” ujar Hadi.
Sementara itu, Jack Chong Seng Wai berharap pelatihan dapat meningkatkan kompetensi dan produktivitas petani mitra serta memperkuat sinergi antara PT GMP dan petani mitra.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan kompetensi dan produktivitas petani mitra, sekaligus memperkuat sinergi antara manajemen PT Gunung Madu Plantations dengan para petani mitra,” ujar Jack.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai taksasi tebu, perencanaan panen tebu, dan strategi efisiensi pengangkutan tebu. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai perkiraan potensi hasil tebu, penentuan waktu panen, hingga pengelolaan pengangkutan hasil panen menuju lokasi pengolahan.
Efisiensi pengangkutan menjadi salah satu aspek penting karena tebu yang telah dipanen perlu segera diangkut dan diproses. Perencanaan dan koordinasi diperlukan untuk meminimalkan waktu tunggu, mengoptimalkan penggunaan kendaraan, serta menjaga kelancaran distribusi tebu.
Keterlibatan dosen FTI Itera dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan keilmuan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan sektor perkebunan. Melalui kegiatan PkM ini, Itera dan PT GMP terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kompetensi petani mitra serta mendukung peningkatan produktivitas dan pengelolaan perkebunan tebu yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. (Rilis/Humas).
