ITERA NEWS-Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera) memaparkan hasil Kajian Bioekologi dan Lingkungan Tahun 2026 dalam pertemuan di Emersia, Senin, 21 September 2026. Kajian tersebut menjadi dasar untuk mendukung pengelolaan dan optimalisasi produksi kerang dara di Kampung Sungai Burung secara terukur dan berkelanjutan.
Dekan Fakultas Sains Itera, Dr. Meezan Ardhanu Asagabaldan, S.Pi., M.Si., bersama tim memaparkan kondisi bioekologi dan lingkungan perairan sebagai dasar dalam merumuskan pengelolaan produksi kerang dara yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan dan pengembangan produksi kerang dara yang sesuai dengan kondisi lingkungan, sehingga dapat dilakukan secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Meezan.
Kerang dara merupakan salah satu komoditas perairan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir. Oleh karena itu, pengembangannya perlu mempertimbangkan aspek produksi sekaligus kondisi ekosistem dan daya dukung lingkungan perairan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Dinas menyampaikan bahwa hasil kajian perguruan tinggi diharapkan dapat diterapkan dalam praktik pengelolaan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Sungai Burung.
Kajian tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, pelaku usaha, dan masyarakat pembudidaya dalam mengoptimalkan produksi kerang dara tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem.
Melalui penerapan hasil kajian secara tepat, pengelolaan kerang dara di Kampung Sungai Burung diharapkan dapat semakin produktif, inovatif, dan berwawasan lingkungan serta mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
