ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) meraih peringkat kedua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satuan Kerja (Satker) paling berkelanjutan di Indonesia tahun 2026 dalam Pemeringkatan UI GreenMetric Indonesia 2026.
Penghargaan tersebut diterima Rektor Itera Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., didampingi Kepala LPPM Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., Ph.D., dan Kepala SDGs Center Itera Dwi Bayu Prasetya, S.T., M.T., dalam acara penganugerahan UI GreenMetric Indonesia 2026 di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa, 15 September 2026.
Capaian tersebut melanjutkan kiprah Itera dalam pemeringkatan kampus berkelanjutan. Pada 2025, Itera meraih penghargaan Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan dalam Bidang Penataan Ruang dan Infrastruktur di Indonesia. Penghargaan itu menjadi bentuk pengakuan atas upaya Itera mengembangkan dan mengelola kawasan kampus dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan, terutama dalam penataan ruang dan pembangunan infrastruktur.
Pada UI GreenMetric Indonesia 2026, penghargaan untuk kategori Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan dalam Bidang Penataan Ruang dan Infrastruktur diraih UGM yang menjadi tuan rumah penganugerahan tahun ini. Perubahan penerima penghargaan pada kategori tersebut menunjukkan bahwa pemeringkatan UI GreenMetric menjadi ruang evaluasi sekaligus kompetisi positif bagi perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutan.
Peringkat kedua PTN Satker paling berkelanjutan pada 2026 menunjukkan komitmen Itera terhadap keberlanjutan terus dijaga dan dikembangkan.
Rektor Itera Prof. Elfahmi mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, peringkat kedua PTN Satker paling berkelanjutan pada 2026 menunjukkan komitmen Itera terhadap keberlanjutan terus dijaga dan dikembangkan.
Sementara Kepala SDGs Center Itera Dwi Bayu Prasetya mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama sivitas akademika dan seluruh unit kerja di lingkungan Itera.
“Penghargaan ini bukan sekadar capaian peringkat, tetapi merupakan bentuk pengakuan terhadap proses transformasi Itera menuju kampus yang semakin berkelanjutan. Keberlanjutan harus menjadi bagian dari tata kelola, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga perilaku seluruh warga kampus,” ujar Bayu.
Ia mengatakan, sebagai institut teknologi, Itera memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat menjawab persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. “Capaian ini akan menjadi motivasi bagi Itera untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutan secara terukur dan konsisten,” lanjut Bayu.
Ke depan, Itera berkomitmen mengembangkan kampus sebagai living laboratory for sustainability, yakni lingkungan kampus yang menjadi ruang pembelajaran, penelitian, inovasi, sekaligus penerapan nyata prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. (Rilis/Humas)

