Itera Libatkan Mahasiswa Internasional Terapkan Infrastruktur Hijau di Pesawaran

Itera Libatkan Mahasiswa Internasional Terapkan Infrastruktur Hijau di Pesawaran

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Mahasiswa internasional yang tergabung dalam program Coastal and Tropical Infrastructure Development International Course (COSTROP-ID) Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Itera, bersama tim dosen dan mahasiswa Itera turun langsung ke Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, untuk membangun infrastruktur ramah lingkungan berbasis limbah plastik melalui penerapan permeable ecobrick composite blocks, Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan empat Program Studi, yaitu Teknik Sipil, Arsitektur, dan Arsitektur Lanskap, serta Teknik Perkeretaapian.

Aksi tersebut menjadi wujud kolaborasi global yang dikembangkan Program Studi di FTIK dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai kampus berdampak yang berkontribusi langsung terhadap penyelesaian persoalan lingkungan dan pembangunan desa berkelanjutan.

Kegiatan bertajuk Community-Based Implementation of Ecobrick Composite Blocks for Sustainable Infrastructure Development in Batanghari Ogan Village itu mempertemukan mahasiswa internasional, dosen, mahasiswa Itera, pemerintah desa, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi untuk mengimplementasikan teknologi infrastruktur sederhana, aplikatif, dan ramah lingkungan.

Kepala Desa Batanghari Ogan, Indra Gunawan, S.H., mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional bersama sivitas akademika Itera memberikan pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan desa melalui kolaborasi yang lebih luas.

Kegiatan bertajuk Community-Based Implementation of Ecobrick Composite Blocks for Sustainable Infrastructure Development in Batanghari Ogan Village itu mempertemukan mahasiswa internasional, dosen, mahasiswa Itera, pemerintah desa, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi untuk mengimplementasikan teknologi infrastruktur sederhana

Sementara itu, Koordinator Program Studi Teknik Sipil Itera, Dr. Eng. Rahmat Kurniawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan yang diintegrasikan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami ingin mahasiswa internasional tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memahami bagaimana ilmu ketekniksipilan diterapkan untuk menyelesaikan tantangan nyata di masyarakat. Di sisi lain, mahasiswa Itera memperoleh pengalaman kolaborasi global yang sangat penting dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan,” ujar Dr. Rahmat Kurniawan.

Multidisiplin Ilmu

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Program Studi Teknik Sipil Itera menyelenggarakan seminar bertajuk Sustainable Infrastructure Using Permeable Ecobrick Composite Blocks. Pendekatan multidisiplin juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Program Studi Arsitektur menghadirkan seminar bertajuk Village Landmark Design for Sustainable Public Spaces, sementara Program Studi Teknik Perkeretaapian memberikan edukasi melalui seminar Safety Awareness at Railway Level Crossings.

Mahasiswa internasional COSTROP-ID bersama mahasiswa dan dosen Itera kemudian melakukan implementasi lapangan berupa pemasangan permeable ecobrick composite blocks pada area infrastruktur desa, penanaman vegetasi, serta penataan lanskap lingkungan bersama masyarakat setempat.

Melalui kolaborasi ini, FTIK Itera, menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak. Pelibatan mahasiswa internasional dalam penyelesaian persoalan lokal diharapkan dapat melahirkan model pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai daerah serta memperkuat posisi Itera sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat dan lingkungan. (Rilis/Humas)