You are currently viewing Dosen Itera Dilantik sebagai Ketua Umum Federasi Triathlon Indonesia Lampung

Dosen Itera Dilantik sebagai Ketua Umum Federasi Triathlon Indonesia Lampung

ITERA NEWS – Dosen Program Studi Rekayasa Keolahragaan Institut Teknologi Sumatera (Itera), Azry Ayu Nabillah, M.Pd., resmi dilantik sebagai Ketua Umum Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Provinsi Lampung. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PP FTI), Armand Van Kempen, dalam rangkaian kegiatan Pelantikan Pengurus FTI Lampung dan Pelatihan Pelatih Triathlon Level 1 Daerah yang berlangsung di Kampus Itera, beberapa waktu lalu.

Pelantikan tersebut menandai semakin besarnya kontribusi sivitas akademika Itera dalam pengembangan olahraga prestasi di Provinsi Lampung. Melalui kepemimpinan baru FTI Lampung, diharapkan terbangun ekosistem triathlon yang lebih kuat melalui pembinaan atlet, peningkatan kompetensi pelatih, pengembangan perangkat pertandingan, serta kolaborasi antara dunia pendidikan dan organisasi olahraga.

Mengusung visi “Next Gen Triathlon”, kepengurusan FTI Lampung periode 2026–2030 berkomitmen mendorong lahirnya generasi baru atlet dan pelatih triathlon yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Sejalan dengan semangat tersebut, Itera juga dipercaya menjadi tuan rumah Pelatihan Pelatih Triathlon Level 1 Daerah yang diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota di Lampung hingga luar provinsi.

Ketua Umum PP FTI, Armand Van Kempen, menyampaikan bahwa keberadaan perguruan tinggi dalam pengembangan olahraga menjadi faktor penting untuk memperkuat pembinaan atlet berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi olahraga dan institusi pendidikan dapat mempercepat lahirnya sumber daya manusia olahraga yang kompeten dan berkelanjutan.

Mengusung visi “Next Gen Triathlon”, kepengurusan FTI Lampung periode 2026–2030 berkomitmen mendorong lahirnya generasi baru atlet dan pelatih triathlon yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum KONI Provinsi Lampung Taufik Hidayat, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, jajaran Dewan Penasehat FTI Lampung, serta Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., Ph.D.

Ketua Umum FTI Lampung, Azry Ayu Nabillah, M.Pd., menyampaikan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya akan fokus pada penguatan organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, penyelenggaraan kompetisi berjenjang, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Triathlon tidak hanya berbicara tentang prestasi atlet, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang mampu melahirkan generasi baru pelatih, wasit, dan atlet yang berkualitas. Melalui semangat Next Gen Triathlon, kami ingin menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan dan berbasis kolaborasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, FTI Lampung juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan empat program studi bidang olahraga di Lampung, yakni Program Studi Rekayasa Keolahragaan Itera, Program Studi Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia, Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Lampung, dan Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Aisyah Pringsewu.

Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan olahraga prestasi. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan penguatan kapasitas akademik dengan kebutuhan pembinaan olahraga di daerah.

Sebagai tindak lanjut, FTI Lampung telah menyiapkan sejumlah agenda strategis sepanjang 2026, mulai dari Kejuaraan Daerah Aquathlon Lampung, Pelatihan Wasit Triathlon National License, hingga penyelenggaraan Krakatau Triathlon Series 2026 yang akan berlangsung pada 31 Oktober–1 November 2026.

Melalui kepemimpinan dosen Itera di FTI Lampung dan dukungan kolaborasi berbagai pihak, Itera terus menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan riset, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pengembangan olahraga prestasi dan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Lampung. (Rilis/Humas)