Rumah Amal Masjid Raya Attanwir Itera Resmi Terbentuk, Salurkan Zakat Perdana untuk Warga Sekitar Kampus

Rumah Amal Masjid Raya Attanwir Itera Resmi Terbentuk, Salurkan Zakat Perdana untuk Warga Sekitar Kampus

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Rumah Amal Masjid Raya Attanwir Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi terbentuk pada Ramadan 1447 H/2026. Pembentukan ini sekaligus menjadi momentum perdana penggalangan dan penyaluran zakat fitrah, infak, dan sedekah bagi sivitas akademika Itera.

Ketua Rumah Amal Masjid Raya Attanwir Itera, Frijan Masa’i, S.Hi., M.H., mengatakan, kehadiran Rumah Amal diharapkan menjadi wadah pengelolaan zakat yang terstruktur, transparan, dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat di sekitar kampus.

“Program ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian dan kesadaran sivitas akademika Itera terhadap kewajiban zakat, sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujar Frijan.

Rumah Amal Masjid Raya Attanwir dipimpin oleh Frijan Masa’i, S.Hi., M.H., dengan Dewan Syariah M. Luqmanul Hakim Habibie, M.Pd.I., serta Bendahara Heru Ruwandar, S.T., M.T. Sementara itu, fungsi kesekretariatan didukung oleh Bagas, Bagus, Dafa, serta Badan Pengurus Harian (BPH) Masjid Raya Attanwir yang menjadi ujung tombak pelaksanaan teknis di lapangan.

Penggalangan zakat wajib dan fidyah dilaksanakan sejak 10 Maret 2026 hingga proses distribusi pada Selasa, 17 Maret 2026. Dari kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp24.440.000 yang kemudian disalurkan kepada empat golongan (asnaf) penerima zakat, yakni fakir, miskin, muallaf, dan sabilillah.

Sebanyak 130 paket zakat disalurkan kepada masyarakat fakir dan miskin di sekitar kampus Itera, meliputi wilayah RT 06A, RT 05A, RT 05, RT 06 belakang wisma, serta RT Gerbang Barat Jatisari. Penerima manfaat berasal dari masyarakat di luar sivitas akademika Itera sebagai bentuk perluasan dampak sosial Rumah Amal bagi kaum mustadh’afin.

Penggalangan zakat wajib dan fidyah dilaksanakan sejak 10 Maret 2026, terkumpul dana sebesar Rp24.440.000 yang kemudian disalurkan kepada empat golongan (asnaf) penerima zakat, yakni fakir, miskin, muallaf, dan sabilillah.

Selain itu, sebanyak 22 paket zakat diberikan kepada asnaf internal Itera, yakni petugas keamanan dan petugas kebersihan yang telah melalui proses verifikasi sebagai kategori fakir dan miskin.

Sebanyak 10 paket lainnya disalurkan kepada asnaf sabilillah, yaitu mahasiswa yang aktif berkontribusi dalam kegiatan peribadatan, riayah, dan idaroh masjid. Adapun satu paket zakat diberikan kepada mahasiswa muallaf.

Frijan menambahkan, program zakat ini merupakan salah satu program utama Rumah Amal pada bulan Ramadan, sekaligus menjadi tonggak awal pengelolaan zakat sivitas akademika Itera secara terorganisasi sejak kampus berdiri.

“Harapannya, keberadaan Rumah Amal dapat membawa keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh sivitas akademika Itera serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Masjid Raya Attanwir Itera juga telah tergabung dalam Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI). Keanggotaan ini diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi serta meningkatkan peran masjid kampus dalam kegiatan keumatan, termasuk pengembangan Rumah Amal sebagai pusat pengelolaan zakat dan kegiatan sosial.

Penulis : Rudiyansyah