ITERA NEWS— Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, menginisiasi kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Inisiasi tersebut dibahas dalam pertemuan di Ruang Rapat Rektorat, Gedung A, Kampus Itera, Senin, 5 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Itera, yaitu Rektor Itera, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, serta pimpinan fakultas dan lembaga.
Rektor Itera, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan Itera sebagai perguruan tinggi yang terus bertumbuh. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi di Jepang dapat memperkuat kapasitas akademik dan riset sekaligus membuka peluang pengembangan sumber daya manusia bagi sivitas akademika Itera.
“Itera adalah kampus yang masih sangat baru, tetapi sudah banyak perkembangan yang dicapai. Kami adalah young rising star dan memiliki staf yang masih muda. Universitas di Jepang sangat prestisius dan memiliki kurikulum yang bagus. Karena itu, kolaborasi internasional sangat penting bagi Itera, dan kehadiran NAIST di sini sangat berarti bagi kami,” ujar Elfahmi.
Sejalan dengan hal tersebut, kedua institusi membahas sejumlah peluang kerja sama, meliputi riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan kuliah tamu, serta kesempatan studi lanjut bagi sivitas akademika Itera di NAIST. Pembahasan juga mencakup penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan pengembangan kerja sama kedua institusi.
Penanggung jawab kerja sama NAIST–Itera, Dr. apt. Sarmoko, M.Sc., menjelaskan bahwa hubungan kedua institusi telah terjalin sejak 2019. Kolaborasi diawali dengan kuliah umum oleh Prof. Masashi Kawaichi dari NAIST, kemudian berkembang ke bidang riset hingga menghasilkan dua publikasi ilmiah internasional pada 2023 dan 2025. Kerja sama tersebut berlanjut melalui kunjungan riset ke NAIST serta kuliah umum mengenai teknologi mikrofluida pada April 2026.
Kolaborasi juga telah membuka peluang studi lanjut bagi sivitas akademika Itera. Alumni Program Studi Farmasi Itera angkatan 2021, Dzaky Raihan Cahyadi, telah menempuh pendidikan magister di NAIST sejak April 2026. Sementara itu, dosen Program Studi Sains Data Itera, Luluk Muthoharoh, S.Si., M.Si., mulai menempuh pendidikan doktoral di NAIST pada Oktober 2026.
Direktur NAIST Indonesia Office, Prof. Yasumasa Bessho, memperkenalkan NAIST sebagai universitas nasional Jepang yang didirikan pada 1991 dan berfokus pada pendidikan jenjang magister dan doktoral. NAIST memiliki tiga bidang utama, yakni Ilmu Informasi, Ilmu Biologi, dan Ilmu Material, dengan fokus yang kuat pada penelitian.
Melalui inisiasi tersebut, Itera dan NAIST diharapkan dapat memperkuat hubungan yang telah terjalin serta mengembangkan kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. (Rilis/Humas).
Tim Liputan :
fotografer : Naufal Dzul Hannan Efendi (Teknik Biomedis).
