ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyatakan kesiapan mendampingi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mengoptimalkan potensi daerah, khususnya melalui penguatan Program Sekolah Kopi. Pendampingan tersebut meliputi penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, sertifikasi lulusan, serta penerapan teknologi dalam pengelolaan kopi sebagai komoditas unggulan daerah.
Komitmen itu dibahas dalam pertemuan silaturahmi antara Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha dan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di Bandar Lampung, Selasa, 6 Januari 2026. Rektor Itera didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M.Si., jajaran dekan, kepala lembaga, tim BMN, serta dosen Itera. Sementara itu, Bupati Lampung Barat didampingi jajaran Badan Riset dan Inovasi Daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Parosil Mabsus menyampaikan bahwa Lampung Barat memiliki beragam potensi yang dapat menjadi objek kajian dan riset Itera. Selain sektor pertanian kopi, potensi strategis lainnya meliputi rencana pembangunan Geopark Suoh, kawasan hutan lindung dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, serta sumber energi panas bumi.
Ia berharap Lampung Barat dapat menjadi lokus penelitian Itera, khususnya dalam pengembangan teknologi energi terbarukan dan inovasi berbasis sumber daya lokal.
“Saya berharap Itera dapat memberikan sumbangan pemikiran dan dukungan sesuai keunggulan yang dimiliki, terutama dalam penerapan teknologi,” ujar Parosil.
Sekolah Kopi yang telah berjalan menjadi modal dasar. Itera akan mendampingi penyusunan kurikulum berbasis teknologi serta sertifikasi peserta, sehingga lulusan memiliki kompetensi dan siap memasuki dunia kerja
Bupati Lampung Barat juga berharap Itera dapat mendukung Program Sekolah Kopi yang telah berjalan. Program tersebut merupakan lembaga pelatihan yang dikelola pemerintah daerah untuk membekali peserta dengan keterampilan mulai dari budidaya, pengolahan kopi, hingga menjadi peracik kopi (barista) profesional.
Menanggapi hal itu, Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha menegaskan komitmen Itera menjadikan Lampung Barat sebagai salah satu wilayah pengabdian dan pengembangan tridarma perguruan tinggi. Menurutnya, potensi daerah tersebut, termasuk Program Sekolah Kopi, sejalan dengan kompetensi keilmuan yang dimiliki Itera.
Khusus terkait Sekolah Kopi, Itera akan mendampingi pengembangan program agar pengolahan kopi tidak hanya berhenti pada proses penggilingan, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah melalui inovasi dan teknologi. Pendampingan tersebut akan melibatkan tim dari Program Studi Teknologi Pangan serta program studi terkait lainnya.
“Sekolah Kopi yang telah berjalan menjadi modal dasar. Itera akan mendampingi penyusunan kurikulum berbasis teknologi serta sertifikasi peserta, sehingga lulusan memiliki kompetensi dan siap memasuki dunia kerja,” ujar Rektor.
Tim Liputan
Penulis: Rudiyansyah
Fotografer: M. Aditya Harlianto





