ITERA NEWS — Program Studi Teknik Geomatika Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengimplementasikan teknologi pemetaan udara berbasis wahana tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) di Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Lampung, untuk mendukung penguatan Desa Tangguh Bencana.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tim dosen Teknik Geomatika Itera yang dipimpin Agel Vidian Krama, S.Pd., M.Si. Program bertajuk Implementasi Orthophoto UAV untuk Mendukung Manajemen Bencana Desa Tangguh Bencana Sidodadi ini dilaksanakan sejak Desember 2025 dan ditutup dengan penyerahan hasil pemetaan kepada pemerintah desa pada Rabu, 4 Februari 2026.
Melalui akuisisi data udara menggunakan UAV, tim dosen bersama mahasiswa menghasilkan peta orthophoto beresolusi tinggi yang menggambarkan kondisi wilayah Desa Sidodadi secara detail dan akurat. Data spasial tersebut dimanfaatkan sebagai peta dasar untuk mengidentifikasi kawasan rawan bencana, memetakan infrastruktur dan permukiman, merencanakan jalur evakuasi, serta menyusun strategi mitigasi bencana berbasis wilayah.
Melalui akuisisi data udara menggunakan UAV, tim dosen bersama mahasiswa menghasilkan peta orthophoto beresolusi tinggi yang menggambarkan kondisi wilayah Desa Sidodadi secara detail dan akurat.
Agel menyatakan, pemanfaatan teknologi geomatika di tingkat desa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas manajemen bencana berbasis data. “Orthophoto UAV menyediakan informasi spasial yang presisi untuk mendukung perencanaan mitigasi dan respons bencana yang lebih cepat serta tepat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Teknik Geomatika Itera sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik lapangan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Selain pemetaan, tim PkM melaksanakan sosialisasi kepada perangkat desa dan warga terkait pemanfaatan data spasial dalam mendukung kesiapsiagaan bencana. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan teknologi UAV, fungsi orthophoto sebagai peta dasar kebencanaan, serta peran masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.
Melalui program ini, Teknik Geomatika Itera berharap hasil pemetaan diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai dasar perencanaan pembangunan desa yang aman dan tangguh terhadap bencana. (Rilis/Humas)




