Dosen Itera Dampingi Warga Desa Wawasan Tingkatkan Kualitas Biogas dari Limbah Ternak

Dosen Itera Dampingi Warga Desa Wawasan Tingkatkan Kualitas Biogas dari Limbah Ternak

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS — Tim dosen Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Sumatera (Itera) mendampingi warga Desa Wawasan, Kabupaten Lampung Selatan, dalam meningkatkan kualitas biogas berbahan limbah ternak melalui penerapan teknologi desulphurizer dan water trap.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini merupakan bagian dari program pendampingan berkelanjutan Itera terhadap Desa Wawasan sebagai desa binaan energi terbarukan. Program diketuai Yunita Fahni, S.T., M.T., bersama tim dosen Teknik Kimia Itera Ir. Fauzi Yusupandi, S.ST., M.T., IPM., Ir. Rifqi Sufra, S.T., M.T., Abdul Rozak Kodarif, S.T., M.T., Putri Zulva Silvia, S.T., M.Eng., dan Lutfia Rahmiyati, S.T., M.T..

Desa Wawasan dikenal sebagai salah satu sentra pemanfaatan biogas di Lampung Selatan melalui Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera yang mengelola reaktor biogas berkapasitas 17 meter kubik dari kotoran sapi. Namun, kandungan gas pengotor seperti hidrogen sulfida (H₂S) dan uap air selama ini menurunkan efisiensi pembakaran serta mempercepat kerusakan peralatan.

Teknologi ini membantu menghasilkan biogas yang lebih bersih, nyala api lebih stabil, dan peralatan lebih awet

Melalui kegiatan ini, tim Itera memperkenalkan desulphurizer untuk menurunkan kadar H₂S dan water trap untuk memisahkan uap air sebelum biogas dialirkan ke rumah warga. Sosialisasi disertai pelatihan instalasi, peninjauan sistem reaktor biogas, serta pengujian kualitas gas setelah penerapan teknologi tersebut.“Teknologi ini membantu menghasilkan biogas yang lebih bersih, nyala api lebih stabil, dan peralatan lebih awet,” ujar Yunita Fahni.

Hal senada disampaikan Ir. Fauzi Yusupandi, S.ST., M.T., IPM., yang menekankan pentingnya perawatan sistem biogas agar aman dan efisien digunakan dalam jangka panjang.
Ketua KPT Maju Sejahtera, Suhadi, menyebut penerapan alat tersebut berdampak langsung pada kenyamanan warga. “Biogas kini lebih bersih, tidak berbau, dan lebih nyaman digunakan untuk memasak,” katanya.

Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen Itera dalam mendorong pemanfaatan energi bersih dan teknologi tepat guna di masyarakat, sekaligus memperkuat upaya Desa Wawasan menuju desa mandiri energi yang berkelanjutan. (Rilis/Humas)