Belajar Sains Jadi Seru, Dosen Itera Ajak Siswa MAN 1 Metro Kenali Material Nano-Magnetik Ramah Lingkungan

Belajar Sains Jadi Seru, Dosen Itera Ajak Siswa MAN 1 Metro Kenali Material Nano-Magnetik Ramah Lingkungan

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Belajar sains tak selalu rumit. Hal itu ditunjukkan dosen dan mahasiswa Program Studi Fisika Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera) saat mengenalkan material nano-magnetik ramah lingkungan kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Metro, Lampung.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Edukasi Pengenalan Material Nano-Magnetik sebagai Material Penjernihan Limbah tersebut digelar di MAN 1 Metro, Rabu, 22 Januari 2026. Sebanyak 201 siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Perwakilan Program Studi Fisika Itera, Muhammad Ragil Setiawan, M.Sc., mengatakan, pendidikan sains memiliki peran penting dalam membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan. Menurut dia, pengenalan teknologi ramah lingkungan sejak dini dapat membantu siswa memahami bahwa sains hadir untuk menjawab persoalan nyata di sekitar mereka.

Kepala MAN 1 Metro, H. Sarjono, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan siswa, khususnya terkait perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Potensi material nano-magnetik sebagai bahan penjernih limbah yang dapat membantu mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Materi utama disampaikan dosen Fisika Itera, Dr. Deska L. Puspitarum, M.Sc. Ia menjelaskan konsep dasar material nano-magnetik yang dikembangkan menggunakan metode green synthesis atau sintesis ramah lingkungan. “Metode ini memanfaatkan bahan-bahan alami sehingga lebih aman dan berkelanjutan,” ujar Deska. Ia juga memaparkan potensi material nano-magnetik sebagai bahan penjernih limbah yang dapat membantu mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, siswa aktif bertanya dan berdiskusi. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat siswa terhadap sains, terutama ketika materi disampaikan secara kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Fisika Itera berharap dapat meningkatkan literasi sains di kalangan pelajar sekaligus mendorong minat mereka untuk melanjutkan pendidikan di bidang sains dan teknologi. (Rilis/Humas)