You are currently viewing Dosen dan Mahasiswa KKN Itera Latih Petani Kopi Lampung Barat Buat Biostimulan Organik

Dosen dan Mahasiswa KKN Itera Latih Petani Kopi Lampung Barat Buat Biostimulan Organik

 

ITERA NEWS — Tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) melatih petani kopi di Lampung Barat membuat pupuk organik cair biostimulan berbahan limbah cair lateks dan ekstrak rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii). Inovasi ini diharapkan membantu petani menekan biaya produksi dan mengembangkan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Pelatihan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di kediaman perwakilan kelompok tani. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Desa Binaan Berdampak yang melibatkan dosen Program Studi Biologi dan Teknik Kimia serta 10 mahasiswa KKN rekognisi, masing-masing lima mahasiswa dari kedua program studi tersebut.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Hendry Wijayanti, M.Sc., mengatakan, pengembangan biostimulan ini bertujuan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia bersubsidi dan produk komersial. Bahan bakunya memanfaatkan sumber daya lokal yang relatif murah dan tersedia, yakni limbah cair hasil pengolahan lateks dan ekstrak rumput laut merah.

“Biostimulan ini dikembangkan untuk menjadi alternatif yang lebih ekonomis. Kandungan zat pengatur tumbuh alami, seperti auksin, sitokinin, dan giberelin, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus menjaga kesuburan tanah,” kata Hendry.

Biostimulan ini dikembangkan untuk menjadi alternatif yang lebih ekonomis. Kandungan zat pengatur tumbuh alami, seperti auksin, sitokinin, dan giberelin, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus menjaga kesuburan tanah

Dalam pelatihan tersebut, petani tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pembuatan biostimulan. Mahasiswa Teknik Kimia mendampingi peserta dalam tahapan ekstraksi rumput laut, pengaturan pH serum, penambahan molase, dan penyiapan starter fermentasi.

Sementara itu, mahasiswa Biologi menjelaskan mekanisme kerja biostimulan serta dosis aplikasinya pada tanaman. Pendampingan ini bertujuan membantu petani memahami penggunaan produk secara tepat.

Peserta menyambut baik pelatihan tersebut karena proses pembuatannya dapat dipraktikkan dengan peralatan sederhana. Meski demikian, efektivitas formulasi dan ketepatan dosis tetap perlu diperhatikan dalam penerapannya di kebun.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian Itera berharap petani kopi di Lampung Barat dapat mengembangkan produksi biostimulan secara mandiri. Pemanfaatan bahan baku lokal diharapkan menjadi salah satu upaya menekan biaya usaha tani sekaligus mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan. (Rilis/Humas)