You are currently viewing Studium Generale Rekayasa Migas Itera Ulas Perjalanan Energi dari Perut Bumi hingga Produksi

Studium Generale Rekayasa Migas Itera Ulas Perjalanan Energi dari Perut Bumi hingga Produksi

ITERA NEWS – Memahami proses industri minyak dan gas (migas) dari eksplorasi hingga produksi menjadi fokus Studium Generale Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas Institut Teknologi Sumatera (Itera), Sabtu, 17 Oktober 2026, di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera. Kegiatan bertajuk From Subsurface to Surface: Eksplorasi, Pemboran, Pengembangan Lapangan, dan Produksi Migas ini menghadirkan praktisi industri untuk memberikan gambaran langsung mengenai penerapan ilmu rekayasa migas di dunia kerja.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas Itera ini menghadirkan Sri Rizky, S.T., M.Sc.Eng., Petroleum Engineer di Adera Field, Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera, sebagai narasumber utama. Ia memaparkan tahapan industri migas, mulai dari eksplorasi dan pemboran hingga pengembangan lapangan dan produksi.

Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai keterkaitan setiap tahapan dalam industri migas serta penerapan keilmuan yang dipelajari di bangku kuliah. Kehadiran praktisi yang terlibat langsung dalam operasional lapangan juga memberikan perspektif mengenai kebutuhan kompetensi di industri.

Kehadiran praktisi yang terlibat langsung dalam operasional lapangan juga memberikan perspektif mengenai kebutuhan kompetensi di industri.

Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Itera, Hafiz Budi Firmansyah, S.Kom., M.Sc., Ph.D., membuka kegiatan tersebut setelah mendengarkan laporan Koordinator Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas Itera, Dwi Miftha Kurnia, M.T. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh dekan, didampingi koordinator program studi.

Dalam sambutannya, Dekan FTI menyoroti pentingnya sektor migas dalam memenuhi kebutuhan energi global. Ia membagikan pengalamannya saat menempuh studi doktoral di Swiss, ketika dampak konflik Ukraina turut memengaruhi kondisi energi di Eropa dan mendorong negara-negara di kawasan tersebut melakukan efisiensi penggunaan energi, termasuk gas.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa dinamika geopolitik dapat berdampak langsung pada ketersediaan dan penggunaan energi di berbagai negara. Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya sektor migas dalam menopang aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Hafiz juga menilai lulusan Rekayasa Minyak dan Gas memiliki peluang karier yang luas, termasuk di tingkat internasional. Untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi persaingan global, ia mendorong program studi memperkuat kurikulum sesuai kebutuhan industri serta meningkatkan pembekalan kemampuan bahasa asing.

Reporter : Nur Indah Ayu Syafitri (Teknik Sipil)