You are currently viewing Dosen Arsitektur Itera Bahas Arsitektur Lokal dalam Talk Kayu Ara di Jakarta

Dosen Arsitektur Itera Bahas Arsitektur Lokal dalam Talk Kayu Ara di Jakarta

 

ITERA NEWS-Dosen Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera), Ar. David Ricardo, S.T., M.T., IAI, menjadi pembicara dalam Program Talk Kayu Ara bertema “Arsitektur dalam Konteks Lokal” yang digelar di Contemporary Art Gallery, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pameran Kayu Ara yang mengangkat pemikiran dan karya Anshori Djausal. Melalui forum ini, para pembicara membahas pentingnya memahami nilai dan karakter lokal dalam perkembangan arsitektur kontemporer.

Dalam diskusi tersebut, David Ricardo berbagi perspektif dengan Dr. Agus Suharjono Ekomadyo, S.T., M.T., arsitek sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung, serta Ar. Realrich Sjarief, S.T., MUDD., IAI, arsitek sekaligus principal architect RAW Architecture. Ketiganya menghadirkan sudut pandang akademik dan praktik profesional untuk membahas hubungan antara arsitektur, lingkungan, dan budaya setempat.

nilai lokal tidak hanya menjadi identitas suatu wilayah, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan arsitektur masa kini.

Pembahasan tersebut menyoroti bagaimana konteks lokal dapat menjadi dasar dalam proses perancangan arsitektur. Aspek seperti kondisi lingkungan, pemilihan material, pola ruang, tradisi, dan kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan ruang menjadi pertimbangan penting untuk menghasilkan desain yang sesuai dengan karakter tempat dan kebutuhan penggunanya. Dengan demikian, nilai lokal tidak hanya menjadi identitas suatu wilayah, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan arsitektur masa kini.

Bagi Itera, keterlibatan David Ricardo dalam forum nasional ini menjadi kesempatan untuk memperluas pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi arsitektur. Interaksi tersebut dapat memperkaya wawasan keilmuan sekaligus memperkuat hubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan praktik perancangan di lapangan. Selain itu, diskusi semacam ini membuka ruang bagi pengembangan pendekatan arsitektur yang tetap memperhatikan identitas lokal di tengah perubahan zaman.

Program Talk Kayu Ara berlangsung pada pukul 14.00–16.00 WIB dengan menghadirkan Ir. H. Anshori Djausal, M.T., sebagai tokoh utama dalam pameran. Kegiatan ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, dengan registrasi bagi pengunjung karena kapasitas tempat terbatas. Kehadiran pameran dan diskusi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh pemikiran serta karya yang berkaitan dengan arsitektur dalam konteks lokal.

Setelah digelar di Jakarta, pameran serupa direncanakan hadir di Bandar Lampung. Rencana ini diharapkan dapat memperluas diskusi mengenai arsitektur lokal sekaligus mendekatkan gagasan dan karya Anshori Djausal kepada masyarakat serta komunitas arsitektur di Lampung. Informasi mengenai jadwal, lokasi, dan rangkaian kegiatan di Bandar Lampung akan disampaikan melalui pengumuman resmi penyelenggara. (Rilis/Humas)