ITERA NEWS — Program Studi Teknik Material, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (Itera), menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bertajuk “Field Report: Concrete by PT Bennatin Surya Cipta” di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera, Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi industri untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan riset dan praktik industri beton kepada mahasiswa.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni dosen Teknik Material Itera Abyan Abdillah Saoloan Panjaitan, S.T., M.T., serta Konsultan Manajemen Konstruksi PT Bennatin Surya Cipta K. Suhartono, S.T., M.T.. Studium generale tersebut diikuti ratusan sivitas akademika, terdiri atas mahasiswa dan dosen di lingkungan Itera, serta dipandu oleh moderator Bayu Prasetya, S.Si., M.T.
Koordinator Program Studi Teknik Material Itera, Dr. Nur Istiqomah Khamidy, S.T., M.Sc., secara lansung membuka acara. Dalam sambutannya disampaikan bahwa mahasiswa tak hanya mendapatkan teori dan pembelajaran dari para dosen saja, tetapi juga perlu mendapatkan perspektif dari dunia industri. ”Teknik Material merupakan keilmuan yang mempelajari aspek penyusun material termasuk pada beton, mahasiswa harus memanfaatkan acara ini sehingga memiliki gambaran yang jelas mengenai dunia industri”, ujar Dr. Nur Istiqomah.
“Industri beton saat ini memiliki beberapa permasalahan seperti Implementasi fly ash, agregat daur ulang, serta bahan tambahan lain untuk meningkatkan kekuatan beton, sehingga perlu pengkajian dari SDM ahli. Untuk itu, mahasiswa dan lulusan Itera diharapkan dapat memenuhi kebutuhan SDM tersebut.”
Dalam sesi materi, Abdillah Saoloan Panjaitan, S.T., M.T., memaparkan bahwa beton merupakan material yang terbuat dari campuran semen, agregat, air, serta bahan campuran lain. Beton memiliki sifat tahan terhadap air, api dan daya tahan yang kuat. Karakteristik ini membuat beton sangat menarik untuk dikaji.
Praktisi industri, K. Suhartono, S.T., M.T., turut menekankan bahwa ketergantungan yang tinggi terhadap bahan baku beton menimbulkan berbagai permasalahan terutama alam dan lingkungan. Berbagai inovasi dan alternatif diharapkan lahir dari kalangan peneliti dan mahasiswa.
“Industri beton saat ini memiliki beberapa permasalahan seperti Implementasi fly ash, agregat daur ulang, serta bahan tambahan lain untuk meningkatkan kekuatan beton, sehingga perlu pengkajian dari SDM ahli. Untuk itu, mahasiswa dan lulusan Itera diharapkan dapat memenuhi kebutuhan SDM tersebut,” ujar Suhartono.
Dalam sesi penutup disampaikan bahwa PT. Bennatin Surya Cipta membuka kesempatan bagi mahasiswa Itera yang tertarik meneliti industri beton. “Kami memiliki beberapa proyek yang ada di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, mahasiswa Itera bisa mengkaji beton melalui kerja praktik,” ujar Suhartono.
Penulis : Andre Ramadhani (Teknik Material)


