ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai menyusun dokumen Rencana Aksi Penanggulangan Banjir melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi penanganan banjir yang terencana dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
FGD yang berlangsung secara hybrid dihadiri Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, S.T., M.B.A., Sekretaris Daerah Supriyanto, S.Sos., M.M., jajaran kepala perangkat daerah, serta 12 camat dari seluruh wilayah administratif Kabupaten Lampung Selatan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menangani persoalan banjir secara sistematis dan terintegrasi.
Dalam forum tersebut, tim tenaga ahli Itera memaparkan kerangka awal penyusunan dokumen rencana aksi yang menekankan pendekatan berbasis data, analisis risiko, serta integrasi aspek teknis dan lingkungan. Tim ahli terdiri dari Ir. Arif Rohman, S.T., M.T. sebagai ketua tim, bersama M. Gilang Indra Mardika, S.T., M.T., Muhammad Ulin Nuha, S.T., M.Eng., Valendya Rilansari, S.P.W.K., M.P.W.K., Zulvita Amanda, S.T., M.Ars.L., IALI., GP., Aulia Try Atmojo, S.Kel., M.T., Rizqi Aulia, S.T., M.T., dan Indri Rahmandhani Fitriana, S.T., M.Eng.
Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan strategi penanggulangan banjir yang tidak hanya responsif terhadap kondisi saat ini, tetapi juga adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan perkembangan wilayah di masa mendatang.
Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama, menyatakan komitmennya untuk menjadikan hasil kajian dan rekomendasi dari tim Itera sebagai dasar akademis dalam pengambilan kebijakan penanggulangan banjir di daerah tersebut.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari pemerintah daerah, terutama terkait kondisi faktual di lapangan, kebutuhan prioritas, serta kendala yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan banjir. Sinergi antara perspektif akademis dan pengalaman praktis pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam perumusan dokumen tersebut.
Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama, menyatakan komitmennya untuk menjadikan hasil kajian dan rekomendasi dari tim Itera sebagai dasar akademis dalam pengambilan kebijakan penanggulangan banjir di daerah tersebut.
Sementara ketua tim Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., yang juga menjabat Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, menyampaikan, melalui kegiatan ini, Itera kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam penyelesaian persoalan nyata di masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
FGD ini menjadi tahap awal dari rangkaian penyusunan dokumen rencana aksi yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengumpulan data lapangan, analisis teknis, serta penyusunan rekomendasi strategis secara komprehensif. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi acuan utama bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan banjir secara efektif dan berkelanjutan. (Rilis/Humas)




